Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Olympic

Said Aqil: Enggak Usah Bayar Pajak Kalau Pejabatnya Masih Korupsi

Said Aqil: Enggak Usah Bayar Pajak Kalau Pejabatnya Masih Korupsi
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj. (Foto: Istimewa)
Kamis, 16 Maret 2023 15:36 WIB

JAKARTA - Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengajak masyarakat untuk tidak membayar pajak. Tentu saja hal ini dilakukan bila para pejabat pajak masih melakukan tindakan korupsi.

Hal tersebut disampaikan Said Aqil saat mengisi ceramah di acara Silaturahmi Tokoh Masyarakat dan Ulama Cirebon Serta Peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW di kediaman H Zaenal Muttaqin.

"Mereka pamer harta, motor gede (moge), kita belanja di minimarket saja beli sesuatu pas bayar ada pajaknya. Ini malah dikorupsi, kalau gitu enggak usah bayar pajak, kalau pejabatnya masih korupsi. Kecuali tidak dikorupsi, ayo kita taat bayar pajak, untuk membangun bangsa ini," ucap Said Aqil, Rabu (15/3/2023).

Said Aqil juga berharap pada tahun politik nanti masyarakat tetap bisa menjaga tali silaturahmi, dan tidak saling membenci meski beda pilihan politik. Masyarakat harus menunjukkan bahwa Indonesia berbudaya dan berakhlak.

"Saya harapkan warga Cirebon hidup dengan aman tentram walaupun beda pilihan politik, harus bisa menjaga perdamaian jangan saling benci, tunjukan Cirebon punya budaya berakhlak," ajaknya.

Di tempat sama, H Zaenal Muttaqin (HZM) mengatakan, kegiatan ini murni keagamaan, tidak ada konsultasi politik. Namun ia mengakui, sosok Kiai Aqil yang mendorong dirinya untuk maju di Pileg DPR RI dan tidak mempermasalahkan warna partai.

"Kebetulan beliau ada waktu untuk sedikit memberikan pencerahan kepada kami, ini murni kegiatan keagamaan tidak ada unsur politik apapun. Walaupun beliau tahu saya maju di Pileg DPR RI karena memang dorongan dari beliau. Tadi beliau bilang tidak masalah partainya apa, yang penting tetap NU," ujarnya.

Menurut Zaenal Muttaqin, kiai Aqil merupakan sosok ulama besar, dan sudah menganggap seperti keluarga sendiri. "Beliau itu menganggap saya sebagai anak dan menyayangi saya dan saya sudah beberapa kali silaturahmi ke rumah beliau. Bulan kemarin ketika saya bertemu dengan beliau, saya meminta beliau untuk datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian bersama tokoh masyarakat tokoh agama dan tokoh masyarakat mendoakan keluarga saya," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww