Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Bukber Dilarang, Timnas Israel Boleh Datang, Rocky Gerung: Dimana Otakmu, Ngu?

Bukber Dilarang, Timnas Israel Boleh Datang, Rocky Gerung: Dimana Otakmu, Ngu?
Rocky Gerung. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 24 Maret 2023 19:31 WIB

JAKARTA - Rocky Gerung kembali mengkritik keras kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kritik pertama dilayangkan Rocky Gerung menanggapi larangan buka puasa bersama yang disampaikan Jokowi.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan bagian dari ibadah umat muslim. Kegiatan buka puasa bersama pun dinilainya sesuai dengan konstitusi. Namun kini, Jokowi melarang seluruh menteri, pejabat hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar atau menghadiri buka puasa bersama.

"Buka puasa bersama, ibadah umat muslim, sesuai dengan Konstitusi: Dilarang," tulis Rocky Gerung.

Tak hanya itu, dirinya pun mengaku heran dengan keputusan pemerintah lainnya, yakni memperbolehkan Timnas Israel hadir di Indonesia. Sebab, kehadiran Israel yang dinilainya melanggar konstitusi itu justru diizinkan. "Israel, penjajah dan pembunuh, tak sesuai dengan Konstitusi: Diizinkan," tulis Rocky Gerung.

"Dimana otakmu, ngu?," tambahnya.

Dalam postingan sebelumnya, Rocky Gerung secara tegas menolak kedatangan Timnas Israel. Dirinya menilai sosok yang mendukung kedatangan Timnas Israel layak diduga sebagai penghianat konstitusi. "Ia yg menerima Israel layak diduga sebagai pengkhianat konstitusi. Titik," ungkap Rocky Gerung lewat status twitternya @rockygerung_rg pada Rabu (22/3/2023).

Pernyataannya pun memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Pro dan kontra dituliskan dalam kolom komentar postingannya. Larangan Buka Puasa Jokowi Disinggung Ketua MUI, Disebut Tak Ada Korelasi dan Sudah Usang

Larangan buka puasa bersama yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bagi seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Disinggung K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhwah periode 2021-2026 itu menegaskan tidak ada korelasinya antara covid-19 dengan buka puasa bersama. Hal tersebut disampaikan Cholil lewat akun instagramnya @cholilnafis pada Kamis (23/3/2023).

Dalam postingan berjudul 'Buka Puasa Bersama' itu, Cholil menilai Ramadan pasca covid-19 akan terasa lebih semarak. Apalagi ketika memasuki momen buka bersama.

"Budaya buka puasa bersama adlh momentum silturrahim, konsolidasi dan kebersamaan, bahkan yg tak puasa pun ikut berbuka. Tradisi yg dibalut dg acara keagamaan yg khas Indonesia. Acara kumpul2 selama Ramadhan terasa lebih menyenangkan," jelas Mustasyar PW NU Jawa Barat periode 2021-2026 itu.

Oleh karenanya, Ra'is Syuriah PBNU periode 2022-2027i tu menilai larangan buka puasa bersama dengan alasan pencegahan penularan covid-19 tidak tepat. "Hemat saya buka puasa bersama itu baik dan tak beda dg kumpul2 kondangan, pertemuan dg pendukung dan konsolidasi. Maka penularan covid pun bisa diantisapasi. Pelarangan acara buka puasa bersama meskipun hanya utk instansi kurang tepat dan tak sesuai dg tradisi keagamaan kita," jelasnya

Sebab, kegiatan buka bersama menurutnya seperti halnya pertemuan masyarakat pada umumnya. Sehingga penyebaran covid-19 dapat diantisipasi bersama. "Pelarangan buka bersama tdk menemukan korelasinya. Krn klo alasan covid-19 sepertinya sdh usang krn acara kumpul2 yg lebih besar dan rutin lebih banyak. Klo karena anggaran tentunya banyak acara konsolidasi dan silaturrahim yg lebih besar biayanya," ungkap Cholil.

"Jadi pelarangan buka bersama krn covid tak ada alasan yg tepat dan tak menemukan monentumnya. Lalu apa sebenarnya motivasi larangan itu? Cabut aja surat arahan tuhhhh," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww