Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fahri Hamzah: Bukannya Awasi Eksekutif, Anggota Dewan Malah jadi Penyalur Bansos

Fahri Hamzah: Bukannya Awasi Eksekutif, Anggota Dewan Malah jadi Penyalur Bansos
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 24 Maret 2023 19:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Selain menyusun dan membahas Rancangan Undang Undang, anggota DPR RI memiliki fungsi dan kewenangan untuk mengawasi kinerja eksekutif.

Mantan Wakil Ketua DPR yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengkritik Anggota Dewan yang saat ini justru seperti penyalur bantuan sosial (Bansos).

"Seharusnya anggota dewan bukan penyalur Bansos, anggota dewan itu pengawas, kita awasi eksekutif, supaya eksekutif kerja bener," kata Fahri seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL lewat potongan video yang dibagikan akun TikTok @klipfahri, Jumat (24/3).

Mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, legislatif wajib mengawasi kinerja eksekutif. Tujuannya, agar uang rakyat tidak diselewengkan sehingga pembagian bantuan atau subsidi dapat merata. "Sebab eksekutif tuh punya jaringan kerja yang ke RT-RT, sampai Kadus (kepala dusun), segala macam," ungkapnya.

Fahri pun menduga ada oknum Anggota Dewan yang justru ikut bermain. Sehingga terjadi penyelewengan yang gila-gilaan sebab anggota parlemen banyak yang terima sogokan. "Kalau legislatif itu uang disuruh pake untuk beli suara dan uang tutup mulut. Eksekutif bilang jangan bicara lagi ini ada uang untuk kalian, makanya gedung-gedung dewan jadi sepi, penyelewengannya gila-gilaan, dewan diam kena sogok," sindir Fahri.***

wwwwww