Siswi Korban Rudapaksa, Malam Ini Resmi Laporkan Oknum Guru MA Subah ke Polres Batang
![]() |
| Korban (baju biru) saat mendatangi Mapolres Batang. (Foto: GoNews.co) |
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Usai melakukan visum di RSUD Kalisari Batang, siswi Madrasah Aliyah (MA) di Kecamatan Subah Kabupaten Batang resmi melaporkan oknum guru inisial AS ke Mapolres Batang, Minggu (26/3/2023) malam.
Berdasarkan pantauan GoNews.co, Korban didampingi kedua orangtua, Tim Kuasa Hukum dan sejumlah pengurus LSM Trinusa. Laporan tersebut diterima langsung Kasatreskrim Polres Batang, AKP Andi Fajar.
"Malam ini saya melaporkan kejadian rudapaksa yang dialami anak saya ke Polres Batang. Harapan saya pelaku segera ditangkap, diadili dan dihukum berat," ujar ayah korban yang didampingi Ketua LSM Trinusa, Dimas Adi Pamungkas saat ditemui di lokasi.
Kasatreskrim Polres Batang, AKP Andi Fajar juga membenarkan jika pihaknya sudah menerima laporan tersebut. "Malam ini kita resmi menerima laporan dari korban dan kelurga, terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dialami korban," tukasnya.
Saat ditanya apa kira-kira langkah awal dari pihak kepolisian dalam menangani kasus tersebut, AKP Andi Fajar hanya menjawab singkat. "Kami akan selidiki terlebih dahulu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Triger LSM Trinusa, Dimas Adi Pamungkas mengatakan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum dalam kasus tersebut hingga tuntas. "Atasnama kemanusiaan, kita siap mendampingi korban dan keluarga hingga kasus ini tuntas," urainya.
Hal itu kata Dimas, diawali dengan menghimpun keterangan lengkap korban, mendampingi proses visum ke RS hingga membuat laporan resmi ke polisi. "Langkah awal sejauh ini masih mendampingi korban dan keluarga dalam proses visum hingga pelaporan. Selanjutnya akan kita ikuti terus prosesnya, dengan harapan pelaku tentu segera ditangkap dan adili," ujarnya.
Menurut Dimas, AS merupakan oknum guru kesenian di salah satu Madrasah Aliyah yang ada di Kecamatan Subah. Pihak sekolah sendiri kata Dia, sempat melarang korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. "Berdasarkan keterangan korban, pihak sekolah sempat melarang untuk tidak melaporkan kejadian ini ke Polisi, namun pihak keluarga tidak terima dan akhirnya malam ini kita secara resmi melapor," tandasnya.
Sebelumnya, Kenanga (nama samaran) mengaku telah menjadi korban rudakpasa gurunya sendiri. Peristiwa biadab itu dilakukan di ruang kelas sesaat setelah jam pelajaran selesai. Hal itu diungkapkan Kenanga (Bukan Nama Sebenarnya) pada Minggu (26/3/2023).
Peristiwa itu kata Kenanga terjadi pada Selasa 21 Maret 2023 lalu. Saat itu, gurunya yang berinisial AS itu meminta Kenanga untuk tinggal kelas usai jam pelajaran terakhir selesai atau jam pulang sekolah. "Saya langsung dipepet ke tembok, dan digituin, (dirudapaksa)," ceritanya.
Diakui Kenanga, oknum guru AS memang mengejarnya tapi ia tidak pernah menanggapi. Kenanga juga sempat memperlihatkan chat dari gurunya yang bernada cabul padanya. Pihak sekolah pun sudah mengetahui hal itu, tapi justru memintanya tidak melapor ke polisi.
Kenanga justru diminta menunggu penyelesaian dari pihak sekolah. Usai kejadian Ia pun langsung bercerita ke Ibunya dan keesokan harinya langsung membuat laporan ke Kepolisian Sektor (polsek) terdekat tanpa didampingi kuasa hukum.

Saat membuat laporan, Kenanga sudah kontak langsung dengan Kapolsek setempat. Namun, hingga saat ini, belum ada laporan polisi yang resmi terbit. Pihak kepolisian kata Kenanga, memintanya mengirim berkas-berkas, semisal chat dengan gurunya dan mencari informasi apakah ada temannya yang jadi korban. "Katanya besok saya disuruh ke Polsek lagi," ujarnya.
Sementara itu, Ibu korban yang mendengar cerita dari buah hatinya itu mengaku jengkel dan tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh. Ia berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Sebagai ibu saya tetap mencoba menyemangati anak saya agar tidak putus asa setelah kejadian itu, saya bilang tetap sekolah," pungkasnya.***
| Kategori | : | Olympic, Beladiri, Jawa Tengah |













