Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

'Inyiak Balang' Keluar dari Habitatnya, Warga Lubuk Gadang Solok Selatan Diminta Hati-hati

Inyiak Balang Keluar dari Habitatnya, Warga Lubuk Gadang Solok Selatan Diminta Hati-hati
Harimau Sumatera. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 31 Maret 2023 18:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PADANG - Inyiak Balang atau Harimau Sumatera, akhir-akhir ini membuat masyarakat harus lebih berhati- hati melakukan aktivitas di tempat yang menjadi lokasi kemunculannya.

Mulai dari Nagari Batang Barus, Gantung Ciri Kabupaten Solok yang telah beberapa bulan ini menjadi lokasi konflik Inyiak balang, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Kabupaten Pesisir Selatan dan yang terakhir di Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ardi Andono mengatakan, pihaknya menurunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk melakukan penanganan konflik Harimau sumatera dengan manusia yang tentunya tahapan ini sesuai dengan SOP.

"Saat ini di Nagari Lubuk Gadang Utara, tim WRU Balai KSDA Sumbar bersama warga, perangkat nagari, jorong dan dibantu juga YAD-PRHSD sedang berupaya melakukan penghalauan inyiak balang ini dengan bunyi-bunyian," jelas Ardi, Jumat (31/3/2023).

Ardi menjelaskan konflik Harimau Sumatera di Lubuk Gadang Utara telah memakan satu ekor sapi milik warga pada 25 Maret 2023 di Jorong Bariang Palabihan dan anak kerbau pada awal Maret lalu di Jorong Koto Rambah.

Selain penghalauan, tim melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga agar selalu berhati-hati dan waspada, tidak pergi sendirian ketika ke kebun, serta mengkandangkan ternaknya dengan cara yang aman. "Selanjutnya tim akan terus memantau keberadaan satwa dalam beberapa hari kedepan,” ungkapnya.***

wwwwww