Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Festival Kesenian Diklaim Bisa Gerakan Ekonomi Perbatasan RI

Festival Kesenian Diklaim Bisa Gerakan Ekonomi Perbatasan RI
Ilsutrasi Festival Asmat Papua. (Foto: Kompas)
Selasa, 04 April 2023 20:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Sejumlah seniman yang tergabung dalam komunitas pelestarian budaya Gentra Lestari Budaya (GLB) dari berbagai daerah mendatangi kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Jakarta, Senin (3/4/2023) kemarin.

Kedatangan para seniman tersebut turut mendukung kampanye pengembangan kawasan perbatasan BNPP yang dikepalai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), sebagai perekat kesatuan bangsa.

Zudan Arif Fakrulloh menyambut hangat kedatangan para seniman lintas disiplin seni baik pemain film, musisi etnik dan lainnya. Ia menjelaskan salah satu misi yang diemban oleh Presiden Jokowi, yakni membanjiri kawasan perbatasan dengan produk Indonesia termasuk dengan produk kesenian beriringan dengan semangat membangun infrastruktur.

"Produk itu bukan hanya kebutuhan pokok semata tetapi bisa juga dengan budaya. BNPP juga menginginkan menggerakan gairah ekonomi masyarakat dengan menarik kunjungan pariwisata di perbatasan lewat pentas musik daerah dan kebudayaan," jelas Zudan.

Zudan menjelaskan, BNPP juga mendukung kolaborasi-kolaborasi dengan pihak lainnya dalam membangkitkan semangat pariwisata yang bisa memantik perekonomian warga. Ia mencontohkan festival Asmat di Papua yang mampu membawa pengaruh dari sektor pariwisata. "Festival Asmat di Papua dilaksanakan berhari-hari dan mampu membawa pengaruh pariwisata, hingga turis asing," lanjutnya.

Ketua Umum Dewan Pakar Budaya GLB, Yoyon Darsono menjelaskan bahwa kesiapan dalam kerja sama dengan BNPP dalam mengadakan festival perbatasan. Ia mengatakan budaya bisa sebagai pelekat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dan juga menjadi kampanye untuk perdamaian melalui kolaborasi silang pandang pentas budaya dalam festival.

"Kami terbuka, termasuk mengadakan festival di perbatasan Malaysia, di mana pernah terjadi klaim sepihak Reog Ponorogo yang dibawa sendiri oleh orang bangsa Indonesia yang lama menetap di Malaysia," jelasnya.***

wwwwww