Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
22 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
22 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
4 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pembentukan Koalisi Besar Untungkan Prabowo

Pembentukan Koalisi Besar Untungkan Prabowo
Prabowo dan Zulkifli Hasan. (Foto: istimewa)
Minggu, 09 April 2023 13:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pembentukan koalisi besar menguntungkan posisi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, jika tidak menguntungkan, Prabowo tidak akan sibuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai.

"Kita tahu, setelah pertemuan di kantor PAN, selanjutnya Prabowo menerima dua ketua umum partai, Perindo dan PBB, setelah itu bertemu kembali dengan Zulhas di Kertanegara," kata Adi, Minggu (9/4/2023).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) itu memandang, Prabowo menaruh harapan besar pada koalisi besar yang bisa dikapitalisasi untuk memantapkan dirinya berkontestasi di Pilpres.

"Kedua, kalau melihat rata-rata kecenderungan, dalam konteks koalisi besar ini Prabowo jauh lebih diuntungkan, karena posisinya sebagai sosok yang memiliki elektabilitas di atas rata-rata dibanding ketua umum yang lain," lanjut Adi.

Selain itu, saat ini Gerindra memiliki perolehan suara Pileg nomor dua. Sehingga, ketika ada wacana pembentukan poros besar, Prabowo kelihatan paling aktif.

"Prabowo aktif mengonsolidasi ulang soal kemungkinan terbentuknya koalisi besar hari ini," demikian Adi Prayitno.***

wwwwww