Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Gerhana Matahari Diprediksi Terjadi 20 April 2023, Kemenag Ajak Umat Shalat Kusuf

Gerhana Matahari Diprediksi Terjadi 20 April 2023, Kemenag Ajak Umat Shalat Kusuf
Ilustrasi Gerhana Matahari. (Foto: Istimewa)
Rabu, 19 April 2023 22:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pada tanggal 20 April 2023, diprediksi akan terjadi Gerhana Matahari atau Kusuf as-Syams. Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Kusuf sesuai dengan tuntunan syariah dan memperhatikan protokol kesehatan.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa gerhana matahari hibrida akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia (kecuali sebagian wilayah utara Provinsi Aceh). "Gerhana matahari hibrida terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Gerhana matahari hibrida terdiri atas dua tipe gerhana, gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total," ujarnya.

Pada tempat tertentu, piringan bulan teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari sehingga matahari tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. "Sementara di tempat lainnya, piringan bulan teramati dari bumi sama dengan piringan matahari sehingga matahari seakan-akan tertutupi bulan," paparnya.

Menurut Kamaruddin Amin, gerhana matahari hibrida di Indonesia akan terjadi paling awal di Jawa Barat pada pukul 09.26 WIB dan waktu kontak paling akhir akan terjadi di Papua pada pukul 15.30 WIT. Ia juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amal saleh lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan ini, Kemenag juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan Salat Kusuf mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung. "Semoga dengan pelaksanaan Salat Kusuf dan doa bersama, umat Islam dapat mendapat berkah dan perlindungan dari Allah SWT," pungkasnya.***

wwwwww