Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tunjukkan Kinerja Positif, Menpora Dito Tuntaskan Konflik Dualisme Organisasi Tenis Meja

Tunjukkan Kinerja Positif, Menpora Dito Tuntaskan Konflik Dualisme Organisasi Tenis Meja
Menpora Dito saat menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 19 April 2023 20:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo menunjukkan kinerja positif sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan posisi Menpora Zainudin Amali. Menteri termuda di Kabiner Indonesia Maju yang baru tiga minggu menjabat ini berhasil menuntaskan  konflik dualisme kepengurusan tenis meja yang sudah berlangsung lebih dari 10 tahun.

Hari Rabu, 19 Maret 2023 tercatat sebagai hari berakhirnya dualisme organisasi tenis meja. Menpora Dito berhasil menyatukan dua kubu yang bersiteru dalam  penandatangaan nota kesepakatan antara Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia yang diketuai oleh Komjen (purn) Oegroseno yang resmi sebagai anggota Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia yang diketuai oleh Peter Layardi yang diakui Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Konflik dualisme organisasi ini jelas sangat merugikan kepentingan atlet. Puncaknya, Tenis Meja yang dikenal sebagai olahraga masyarakat ini tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua lalu. Kemudian, Timnas Tenis Meja Indonesia tidak tampil memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 Vietnam dan

"Alhamdulillah telah terjadi kesepakatan antara Komjen (purn) Pak Oegroseno (Ketua umum PP Tenis meja ) dan Pak Peter Layardi (Ketua Umum PB Tenis Meja ) untuk menyerahkan sepenuhnya ke Kemenpora untuk penyelesaian permasalahan dan persatuan tenis meja," tulis Menpora Dito dalam pesan singkat yang disampaikana kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).

"Akhirnya setelah 10 tahun lebih organisasi tenis meja bersengketa, kini bisa menemukan solusi," tambahnya.

GoNews.co Bersama Ketua Umum PP PTMSI, O
Bersama Ketua Umum PP PTMSI, Oegroseno.

Keinginan penyatuan dari dua kubu ini bisa jadi sebagai langkah kongkret pihak berseteru usai dicoretnya Timnas Tenis meja Indonesia untuk mengikuti multi event SEA Games 2023 Kamboja oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Olimpian cabang tenis meja, Ling Ling Agustin menyambut baik itikad baik dari kedua kubu berseteru yang kini berfikir untuk kepentingan atlet tenis meja Indonesia.

"Sejak dulu pun saya terus memperjuangkan penyatuan tenis meja ini demi kebaikan bersama. Ini langkah yang bagus dari pihak yang berseteru untuk bersatu demi kepentingan atlet tenis meja Indonesia," kata Ling Ling ketika diminta komentarnya.

GoNews.co Bersama Ketua Umum PB PTMSI, P
Bersama Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi.

Ling Ling pun mengatakan jika saat ini keputusan ada di tangan Menpora Dito dan dia berharap jangan ada lagi kekisruhan di tubuh kepengurusan tenis meja ke depannya.

"Tenis meja itu memang harus bersatu dan teman-teman pengurus pun harus benar-benar bersatu. Semuanya harus saling legowo, rembug aja dan sekarang ini jika sudah diputuskan mas Menteri Dito tentang ketegasan jangan disalahkan lagi dan itu yang terbaik. Apa yang yang sudah baik ini harus didukung untuk lebih baik lagi ke depannya bagi pertenismejaan Indonesia," ujarnya. ***

wwwwww