Tunjukkan Kinerja Positif, Menpora Dito Tuntaskan Konflik Dualisme Organisasi Tenis Meja
![]() |
| Menpora Dito saat menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan. (Foto: Humas Kemenpora) |
Penulis: Azhari Nasution
Hari Rabu, 19 Maret 2023 tercatat sebagai hari berakhirnya dualisme organisasi tenis meja. Menpora Dito berhasil menyatukan dua kubu yang bersiteru dalam penandatangaan nota kesepakatan antara Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia yang diketuai oleh Komjen (purn) Oegroseno yang resmi sebagai anggota Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia yang diketuai oleh Peter Layardi yang diakui Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Konflik dualisme organisasi ini jelas sangat merugikan kepentingan atlet. Puncaknya, Tenis Meja yang dikenal sebagai olahraga masyarakat ini tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua lalu. Kemudian, Timnas Tenis Meja Indonesia tidak tampil memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 Vietnam dan
"Alhamdulillah telah terjadi kesepakatan antara Komjen (purn) Pak Oegroseno (Ketua umum PP Tenis meja ) dan Pak Peter Layardi (Ketua Umum PB Tenis Meja ) untuk menyerahkan sepenuhnya ke Kemenpora untuk penyelesaian permasalahan dan persatuan tenis meja," tulis Menpora Dito dalam pesan singkat yang disampaikana kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).
"Akhirnya setelah 10 tahun lebih organisasi tenis meja bersengketa, kini bisa menemukan solusi," tambahnya.

Keinginan penyatuan dari dua kubu ini bisa jadi sebagai langkah kongkret pihak berseteru usai dicoretnya Timnas Tenis meja Indonesia untuk mengikuti multi event SEA Games 2023 Kamboja oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Olimpian cabang tenis meja, Ling Ling Agustin menyambut baik itikad baik dari kedua kubu berseteru yang kini berfikir untuk kepentingan atlet tenis meja Indonesia.
"Sejak dulu pun saya terus memperjuangkan penyatuan tenis meja ini demi kebaikan bersama. Ini langkah yang bagus dari pihak yang berseteru untuk bersatu demi kepentingan atlet tenis meja Indonesia," kata Ling Ling ketika diminta komentarnya.

Ling Ling pun mengatakan jika saat ini keputusan ada di tangan Menpora Dito dan dia berharap jangan ada lagi kekisruhan di tubuh kepengurusan tenis meja ke depannya.
"Tenis meja itu memang harus bersatu dan teman-teman pengurus pun harus benar-benar bersatu. Semuanya harus saling legowo, rembug aja dan sekarang ini jika sudah diputuskan mas Menteri Dito tentang ketegasan jangan disalahkan lagi dan itu yang terbaik. Apa yang yang sudah baik ini harus didukung untuk lebih baik lagi ke depannya bagi pertenismejaan Indonesia," ujarnya. ***
| Kategori | : | Voli, Non Olympic, DKI Jakarta |













