Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Masih Mendominasi, NasDem Tak Terpengaruh Deklarasi Anies

Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Masih Mendominasi, NasDem Tak Terpengaruh Deklarasi Anies
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan keterangan pers di NasDem Tower, Jakarta, Senin (22/8/2022).(Liputan6.com/Herman Zakharia)
Minggu, 30 April 2023 23:37 WIB

JAKARTA - Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menjadi partai politik (parpol) dengan elektabilitas tertinggi dalam survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI).

Dalam survei tersebut, PDIP tercatat memiliki elektabilitas sebesar 23,9 persen. Sementara Partai Gerindra dan Partai Golkar masih menempati tiga besar di bawah PDIP. Secara berurutan elektabilitas Gerindra yakni 13,7 persen dan Golkar 10,2 persen.

"PDIP paling banyak didukung, 23,9 persen. Kemudian Gerindra 13,7 persen, Golkar 10,2 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat pemaparan hasil survei secara daring, Minggu (30/4/2023).

Berada di bawah Golkar, ada Partai Demokrat dengan elektabilitas 7,6 persen. Kemudian PKB 6,6 persen, NasDem 6,5 persen, dan PKS 4,7 persen. Sementara PAN dan PPP merupakan partai parlemen yang memiliki elektabilitas di bawah ambang batas parlemen 4 persen. PAN 2,5 persen dan PPP 2,4 persen. Partai non parlemen Perindo memiliki elektabilitas sama dengan PPP yaitu 2,4 persen.

Sedangkan partai nonparlemen yang lainnya adalah Hanura 1,0 persen, Gelora 0,3 persen, PSI 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Partai Buruh 0,1 persen, PBB 0,1 persen, Partai Ummat 0,1 persen, PKN 0,1 persen, dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu 17,2 persen.

Burhanudin mengatakan, Demokrat dan PKS mengalami penurunan. Dibanding survei Maret 2023, Demokrat turun dari 9,1 persen menjadi 7,6 persen. PKS turun dari 5,8 persen menjadi 4,7 persen. Disebabkan oleh angka kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo yang naik. "Kalau Demokrat, PKS naik ketika approval Pak Jokowi drop," katanya memaparkan hasil survei.

Sementara, NasDem yang telah deklarasi Anies Baswedan, tokoh yang dianggap oposisi Jokowi, tidak terpengaruh. Hanya naik dari 6,4 persen sampai 6,5 persen.

"NasDem basisnya pro pemerintah, NasDem posisinya serba salah kalau terlalu anti pemerintah pendukungnya lari. Trade offnya, pemilih Anies sudah mulai ke NasDem," jelas Burhanuddin.

Indikator menggelar survei tatap muka periode 11-17 April 2023. Sebanyak 1220 responden diambil menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww