Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Harimau Sumatera Terjebak Jerat di Pasaman, Ini Penjelasan BKSDA Sumbar

Harimau Sumatera Terjebak Jerat di Pasaman, Ini Penjelasan BKSDA Sumbar
Evakuasi harimau Sumatera yang mati usai terkena jerat babi di Kabupaten Pasaman. (Foto: Dok. BKSDA Sumbar)
Selasa, 16 Mei 2023 17:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PADANG - Sebuah kejadian memilukan terjadi di Nagari Tanjung Beringin Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), ketika seorang harimau Sumatera ditemukan mati akibat terjebak dalam jeratan babi hutan yang dipasang oleh warga di sebuah perkebunan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ardi Andono, menjelaskan bahwa harimau tersebut meninggal akibat terjebak dalam jeratan tersebut. Kejadian ini terjadi pada Selasa (16/5/2023) pagi dan pertama kali diketahui oleh pemilik kebun bernama Munawar (52).

"Harimau Sumatera ini mengalami kelemahan setelah terjebak dalam jeratan tersebut, namun sayangnya, pada siang hari sekitar pukul 12.30 WIB, hewan dilindungi ini dinyatakan sudah mati," ujar Ardi.

Ardi melanjutkan bahwa hewan yang dilindungi tersebut telah dievakuasi oleh Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Sumbar. Evakuasi dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kerumunan dan dampak negatif lainnya.

"Dalam rangka penyelidikan lebih lanjut, kami membawa hewan tersebut ke Padang untuk dilakukan nekropsi," tambahnya.

Kepala BKSDA Sumbar mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun, karena tindakan tersebut dapat membahayakan satwa yang dilindungi dan berakibat pada pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE).***



wwwwww