Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Ketua DPD: Perubahan Pola Hidup Berdampak Pada Ketahanan Sosial Negara

Ketua DPD: Perubahan Pola Hidup Berdampak Pada Ketahanan Sosial Negara
Kamis, 25 Mei 2023 15:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SURABAYA - Perubahan perilaku manusia, khususnya masyarakat modern membawa konsekuensi timbulnya masalah kesehatan. Salah satunya adalah pola hidup yang memaksa seseorang untuk bekerja keras dalam durasi waktu yang panjang.

Tak sedikit mereka yang bekerja dengan durasi yang panjang, baik di dalam maupun di luar ruangan. Sehingga, ada yang terpapar sinar ultraviolet sepanjang hari, ada pula yang sama sekali tak terkena sinar mentari.

Menurut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, perubahan pola hidup ini tidak jarang menimbulkan beberapa persoalan kesehatan, khususnya di sisi kesuburan fertilitas.

Sehingga tidak sedikit pula, pasangan suami-istri yang telah menginjak usia 35 tahun belum dikarunia anak. "Hal ini telah menjadi persoalan sosial dan sekaligus menjadi kerawanan populasi usia produktif, karena putusnya rantai kesinambungan populasi berdasarkan usia, atau kesenjangan jarak usia. Dan hal itu membawa dampak negatif bagi ketahanan sosial suatu negara," kata LaNyalla dalam sambutannya secara virtual di acara Seminar Kesehatan Morula IVF – KADIN Surabaya dengan tema "Fase Kehidupan Setelah 35 Tahun dan Pengaruh Paparan Sinar Matahari Terhadap Kesuburan”, Kamis (25/5/2023).

Senator asal Jawa Timur itu menilai, berangkat dari fakta di atas, faktor kesehatan atau kesuburan fertilitas menjadi isu penting, selain kesehatan kandungan ibu hamil dan kesehatan balita.

"Sehingga fokus kebijakan Kesehatan Nasional Indonesia seharusnya tidak hanya kepada kesehatan ibu hamil dan kesehatan balita saja, tetapi juga kepada kesuburan fertilitas," tutur LaNyalla.

Menurut LaNyalla, hal ini penting untuk menjaga kesinambungan generasi usia produktif, di mana Indonesia akan mengalami lonjakan usia produktif di tahun 2035 hingga 2045 mendatang.

Oleh karenanya, LaNyalla berharap pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dapat memberikan dukungan yang lebih maksimal terhadap persoalan ini. "Saya kira sudah sepatutnya hal tersebut mendapat dukungan dan perhatian penuh dari pemerintah, karena menyangkut masa depan bangsa dan negara ini," ujar LaNyalla.

Hadir pada kesempatan itu Ketua KADIN Kota Surabaya Muhammad Ali Affandi Mattalitti, Kepala Divisi Pengembangan Morula IVF Indonesia Rahmad Tyas Dwinata, pembicara utama seminar, yang merupakan Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, dr Benedictus Arifin dan sejumlah tamu undangan lainnya.***

wwwwww