Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kejutan, Siska Roma Sumbang Emas Blind-Judo di Asian Para Games 2022 Hangzhou

Kejutan, Siska Roma Sumbang Emas Blind-Judo di Asian Para Games 2022 Hangzhou
Siska Roma saat meraih emas Blind-Judo di Asian Para Games 2022 Hangzhou. (NPC Indonesia)
Rabu, 25 Oktober 2023 19:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANGZHOU - Prestasi luar biasa ditorehkan oleh tim blind-judo Indonesia dalam Asian Para Games 2022 Hangzhou. Di luar dugaan atlet judo Indonesia, Roma Siska Tampubolon mampu merebut medali emas pada nomor +70 kg J1.

Di pertandingan terakhir blind-judo yang menggunakan sistem round robin di Xiaoshan Linpu Gymnasium, Hangzhou, China, Rabu (25/10/2023), Siska yang tidak diunggulkan tampil bagus menghadapi empat judoka dari negara lain. Hasilnya Siska mampu keluar sebagai pemenang dalam empat laga tersebut. 

Secara keseluruhan Siska mengumpulkan total 40 poin dan berhak atas medali emas. Medali perak direbut judoka, Feruza Ergasheva dari Uzbekistan (30 poin) dan perunggu milik Yan Men dari China dengan koleksi 20 poin.

Pasca pertandingan, Siska mengaku terkejut dan bangga bisa meraih medali emas bagi Indonesia.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Saya bisa mencapai prestasi ini semua karena kuasa Tuhan,” kata Siska.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan pelatih dan NPC Indonesia yang mendukung saya di sini. Semoga kedepannya saya bisa ikut pelatnas untuk tampil di Paralimpiade,” tambah Siska.

Kegemilangan Siska memang sebuah kejutan bagi pelatih Lee Yong Il. Namun Sensei asal Korea Selatan itu sangat oprimistis melihat Siska yang selama di Hangzhou menunjukan aura semangat untuk bertanding. 

“Siska diluar dugaan, setiba di Hangzhou hingga pertandingan hatinya selalu gembira dan bertandingnya luar biasa. Hasilnya setiap babak ia selalu menang di bawah 20 detik,” jelas Sensei Lee Yong Il.

“Harapan saya kedepannya Siska bisa terus masuk Pelatnas dan tim blind-judo juga bisa mengikuti single event secara rutin untuk mengejar poin ke Paralimpiade. Terima kasih NPC Indonesia, Kemenpora, tim pelatih dan atlet-atlet blind-judo Indonesia,” tutup Sensei Lee.

Keberhasilan Siska merebut medali emas merupakan sejarah baru bagi blind-judo Indonesia. Hasil ini juga melampaui target yang ditetapkan yakni hanya dua medali perunggu. ***

wwwwww