Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
23 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
5
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Lifter Thailand Theerapong Silachai Itu Didikan Lukman

Lifter Thailand Theerapong Silachai Itu Didikan Lukman
Lifter Thailand Theerapong Silachai. (Foto:Facebook)
Kamis, 08 Agustus 2024 01:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PARIS – Medali perak kelas 61kg yang selama ini menjadi milik Eko Yuli Irawan di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan Olimpiade 2020 Tokyo telah berpindah ke lifter Thailand Theerapong Silachai.

Anak didik mantan pelatih angkat besi Indonesia Lukman ini pada penampilan perdana di Olimpiade menempati posisi kedua dengan total angkat 303kg (Snatch 132kg dan Clean and Jerk 171kg).

Medali emas direbut Li Fabin dari China dengan total angkatan 310kg (Snatch 143kg dan Clean and Jerk 167kg) sekaligus mempertajam rekor Snatch 143kg atas namanya sendiri. Dan, perunggu direbut Morris Hampton dari Amerika Serikat dengan total angkatan 298kg (Snatch 126kg dan Clean and Jerk 172kg).

Lukman yang sebelum Olimpiade 2024 Paris sempat dihubungi Gonews.co Group mengakui, ada dua lifter Thailand hasil didikannya yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris. Yakni, Theerapong Silachai dan W Wicuma yang berada di kelas 73kg putra bersama Rizki Juniansyah.

“Ya, saya hanya menangani lifter putra. Kebetulan ada dua lifter yang lolos,” kata Lukman yang sempat menyebut bukan hanya dirinya tetapi masseur dari Indonesia juga dikontrak Thailand untuk persiapan angkat besi menuju Olimpiade 2024 Paris.

Salah seorang pengurus angkat besi Thailand dalam postingannya di facebook menyebutkan ini adalah kejutan yang luar biasa untuk medali perak Olimpiade dari angkat besi. “Sejujurnya, sebelum kompetisi, tidak ada yang mengira kami akan finis di posisi kedua,” katanya.

Dia menyebutkan Theeraphong Silachai (20 tahun), seorang pemuda dari Provinsi Sisaket ini baru pertama kali tampil di Olimpiade. Bahkan, dia menyebut Theeraphong tidak dijagokan.

“Banyak orang yang terkejut. Dia bahkan menjadi favorit ke-7 atau ke-8 di kelas 61kg ini. Namun tiba-tiba langit berpihak padanya, ditambah lagi strategi pelatih yang sangat tajam,” pujinya.

Eko Yuli Erawan Legenda Indonesia yang telah berkompetisi dalam angkat besi di Olimpiade sebanyak 4 kali dan memenangkan medali setiap kali. Namun kali ini, yang ke-5 kalinya melakukan clean and jerk, ia gagal sebanyak tiga kali dan tersingkir. “Mungkin karena usianya,” tandasnya. ***

wwwwww