LRT Jakarta Laksanakan Simulasi Evakuasi Kebakaran Kereta di Depo
![]() |
| Simulasi Evakuasi Kebakaran. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - PT LRT Jakarta berkomitmen meningkatkan kesigapan dalam keadaan darurat. Salah satunya, melalui simulasi tanggap darurat evakuasi kebakaran kereta/light rail vehicle (LRV) di Depo LRT Jakarta.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Aris Rizal Arafah mengatakan, program yang diinisiasi oleh Divisi Sarana ini melibatkan dukungan tim evakuasi internal gabungan dari Divisi Sarana dan Prasarana serta Departemen Awak Sarana Perkeretaapian (ASP/Masinis), Operation Control Center (OCC), Mutu, Keselamatan & Kesehatan Lingkungan, serta Komunikasi Perusahaan.
"Simulasi kebakaran ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari proses pengamanan masinis saat terjadi gangguan pada LRV, alur komunikasi dan komando dari tim tanggap darurat, teknis pengamanan kereta, hingga evakuasi menuju ke depo yang dirancang untuk melatih dan meningkatkan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat dengan cepat dan tepat," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).
Aris menjelaskan, dalam simulasi tersebut diawali skenario adanya kebakaran pada rangka bawah (underframe) LRV saat dilangsir menuju ke jalur parkir (stabling area).
"Masinis kemudian dengan sigap memeriksa sumber kebakaran dan menghubungi tim OCC untuk meminta pemutusan aliran daya listrik di depo, yang disuplai melalui third rail atau rel ketiga," terangnya.
Menurutnya, saat api masih menyala, masinis mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari kabin masinis untuk melakukan proses pemadaman. "Simulasi dilanjutkan dengan OCC yang kemudian mengirimkan tim evakuasi menuju lokasi menggunakan kereta penolong atau MRV," ungkapnya.
Sejurus kemudian, imbuh Aris, tim evakuasi melakukan pemeriksaan untuk memastikan apin sudah padam dan kondisi aman untuk dilakukan penyelamatan.
"Tim sarana kemudian memastikan LRV dapat bergerak, sementara tim dari prasarana memastikan jalur evakuasi aman. Kemudian, MRV melakukan penyelamatan dengan cara meng-couplingLRV yang mati total agar bisa ditarik dan dipindahkan," bebernya.

Setelah memastikan semua aspek sarana dan prasarana aman, lanjut Aris, LRV dilangsir menuju depo, tepatnya di area heavy maintenance untuk selanjutnya dilakukan pengecekan dan perbaikan kereta agar dapat beroperasi kembali dalam kondisi prima.
Aris menambahkan, kegiatan rutin per enam bulan sekali tersebut merupakan bagian dari upaya LRT Jakarta untuk meningkatkan keselamatan operasional sesuai amanat dari Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 69 Tahun 2017 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian.
Simulasi ini juga selaras dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 121 Tahun 2017 tentang Lalu Lintas Kereta Api pada Bab IV Standar Operasional Prosedur (SOP) Pasal 24.
"Dalam aturan itu menyebutkan, penyelenggara prasarana dan sarana perkerataapian wajib membuat SOP mengenai pengoperasian kereta api yang bertanggung jawab atas keselamatan, keamanan, dan kelancaran pengoperasian kereta api," ucapnya.
Ia berharap, melalui simulasi berkala dengan berbagai skema, LRT Jakarta dapat terus memperbaiki teknis evakuasi, alur komunikasi, dan perlengkapan penunjang guna memastikan tim evakuasi selalu siap siaga.
"Kami percaya bahwa dengan mempersiapkan tim evakuasi uang andal serta agenda simulasi rutin dapat meminimalisir risiko korban dan kerusakan pada aset sarana serta prasarana milik LRT Jakarta. LRT Jakarta senantiasa berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi seluruh Sahabat LRTJ," pungkasnya. (Riyan). ***
| Kategori | : | PON, Olympic, Umum, DKI Jakarta |













