Senator Fahira Idris Tegas Minta BPIP Dievaluasi
![]() |
| Senator Fahira Idris. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris meminta agar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dievaluasi menyusul adanya kejadian larangan penggunaan jilbab bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Fahira mengatakan, kegaduhan ini tidak perlu terjadi jika BPIP memahami bahwa di Indonesia sejak berdekade lalu sudah tidak ada lagi larangan pemakaian jilbab bagi muslimah apapun profesi dan aktivitasnya, termasuk di acara resmi kenegaraan.
"Kebebasan yang telah diberikan negara bagi muslimah di Indonesia memakai jilbab apapun profesi dan aktivitasnya, bahkan bagi personel Polri/TNI sekalipun adalah praktik nyata menegakkan konstitusi, menyalakan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan mengimplementasikan prinsip-prinsip dasar Pancasila yang menjunjung tinggi keberagaman sebagai penguat persatuan," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Kamis (15/8).
Fahira menegaskan, BPIP sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal karena mencederai nilai-nilai yang seharusnya mereka junjung dan contohkan.
"Dalam konferensi pers yang dilakukan saya masih menyesalkan bahwa BPIP menyampaikan hal itu dilakukan sesuai aturan," terangnya.
Menurutnya, penyampaian adanya larangan penggunaan jilbab saat pengukuhan dan upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia juga harus segera dianulir.
"Penggunaan jilbab bagi muslimah itu sesuai tuntunan dan perintah dalam dalam agama Islam. Menutup aurat bagi muslimah tidak boleh pilih-pilih acara atau kegiatan," ungkapnya.
Untuk itu, Senator asal DPD DKI Jakarta ini meminta agar aturan maupun klausul yang menyatakan larangan atau tidak boleh mengenakan jilbab harus segera direvisi dan diumumkan kepada publik.
"Tidak boleh Paskibraka muslimah diminta menandatangani kesepakatan yang kemudian dinarasikan sebagai kerelaan melepas jilbab, baik dalam proses rekrutmen maupun pelaksanaan tugasnya sebagai Paskibraka," imbuhnya.
Ia menambahkan, semua anak bangsa harus diberikan kesempatan yang sama menjadi Paskibraka tanpa harus meninggalkan ajaran agamanya.
"Saya bahkan mengusulkan, pelajar penyandang disabilitas juga diberikan kesempatan dan dipilih menjadi Paskibraka," pungkasnya. (Riyan). ***
| Kategori | : | Nusantara, DKI Jakarta |













