Apresiasi Tim Indonesia Ulang Sejarah 32 Tahun Lalu di Olimpiade, Foootball Institute Sayangkan Keluhan Akreditasi
![]() |
| Atlet panjang Indonesia peraih emas Veddriq Leonardo. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al'as) |
Penulis: Azhari Nasution
Terlebih, keberhasilan atlet panjat tebing Veddriq Leonardo dan lifter Rizki Juniansyah mengulang sejarah 32 tahun lalu di mana pebulutangkis Susy Susanti dan Alan Budikusuma meraih emas pada Olimpiade Barcelona 1992.
"Sebagai masyarakat olahraga, Football Institute memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Tim Indonesia mengulang sukses 32 tahun lalu. Itu mengingatkan kita dengan keberhasilan Susy Susanti dan Alan Budikusuma saat menyumbangkan 2 medali emas bagi Tim Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992," kata Budi Setiawan di Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Apa yang diraih Tim Indonesia itu memang cukup membanggakan bagi masyarakat Indonesia. Namun, Budi menyayangkan adanya keluhan dari Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FTPI) Yenny Wahid terkait akreditasi. Pasalnya, jelas Budi, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) yang dipimpin Raja Sapta Oktohari harus mengikuti aturan yang dikeluarkan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
"Tidak semuanya bisa mendapatkan akreditasi di Olimpiade. NOC Indonesia harus mengikuti aturan IOC. Prioritasnya adalah atlet, pelatih, official, CdM dan jajarannya serta pengurus NOC Indonesia saja. Itu pun ada batasnya. Ketentuan di Olimpiade itu tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan World Cup. Tidak semua pengurus sepakbola bisa mendapatkan akreditasi. Begitu juga dengan Ketua Federasi Sepakbola tidak diperkenankan ke bench pemain maupun kamar ganti," jelasnya.
"Makanya, saya heran jika Ketua Umum FTPI Yenny Wahid mempermasalahkan akreditasi. Bahkan, saya mendengar informasi adanya permintaan 10 akreditasi buat pengurusnya. Tapi, saya maklum mungkin baru pertama kali ikut Olimpiade jadi belum memahami aturan yang berlaku," tambahnya.
Berdasarkan Rule 38 yang dikeluarkan IOC tentang pengalokasian akreditasi dari kuota 29 atlet Tim Indonesia yang lolos ke Olimpiade Paris 2024 adalah 12 official plus satu untuk Chef de Mission (CdM).
Sementara, untuk cabang olahraga perorangan adalah satu atau lebih atlet putra berhak mendapatkan satu akreditasi team official. Sebaliknya, satu atlet putri atau lebih berhak mendapatkan satu akreditasi team official. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













