Tunjukkan Kepiawaian, Luna Maya Kalahkan Petenis Dunia asal Kanada Eugenie Bouchard
![]() |
| Aktris Luna Maya dan petenis dunia asal Kanada Eugenia Bouchard. (PP Pelti) |
Penulis: Azhari Nasution
Berduet bersama petenis junior Aldhito Ramadhan, Luna berhasil mengatasi Eugenie Bouchard yang berpasangan dengan selegram Maria Selena dengan skor 3-4.
"Itu menangnya juga karena Aldito lah. Bukan karena aku," kata Luna usai laga.
Luna meyakini bahwa kekalahan Eugenie lantaran sang atlet yang tak sungguh-sungguh bermain. Sebab, laga eksebisi ini merupakan pertandingan persahabatan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang.
Sebelum melawan Luna, Eugenie juga telah melalui dua pertandingan lainnya dengan lawan yang lebih berat.
"Nggaklah, itu cuma pertandingan lucu aja. Eugenie juga nggak mengeluarkan semua yang dia punya juga, even di pertandingan sebelumnya juga lawannya lumayan jago-jago," jelasnya.
Bertanding di tengah cuaca panas terik Jakarta menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, aktris berusia 41 tahun ini sempat kesulitan memberikan pukulan servis lantaran sinar matahari yang menyilaukan.
"Sebenarnya lebih perjuangannya lebih ke panas ya, terus pas serve gitu liat ke atas matahari langsung ke mata. Jadi, susah banget buat lihat bola dan mata jadi silau agak pedih," keluhnya.
Kendati demikian, Luna mengaku sangat menikmati pertandingan tersebut. Luna menyambut baik adanya laga eksebisi dengan atlet dunia seperti ini.
Adanya acara ini diyakini Luna akan memberikan semangat dan gairah dalam berolahraga. Ke depan, dia berharap petenis Indonesia akan semakin bersemangat dan semakin diapresiasi oleh masyarakat dan pemerintah.
"Aku senang loh kayak ada acara seperti ini kan membangkitkan gairah lagi tentang olahraga, olahraga apapun lah," katanya.
"Aku berharap sih olahraga di Indonesia bisa menjadi diapresiasi lebih, atletnya juga diperhatikan, juga merasa ada harapan orang yang ingin menjadi profesi atlet itu sebenarnya punya potensi besar untuk berhasil," tambahnya.
Bouchard, 30 tahun, kini berperingkat 522 dunia. Pencapaian terbaiknya adalah posisi kelima rangking WTA pada 20 Oktober 2014 setelah dia mencapai tiga semifinal di Australia Open, French Open, dan US Open, serta final Wimbledon di tahun itu.
Sayang, karier Bouchard meredup cepat setahun kemudian sebelum menghilang. Dia cuma meraih satu titel selama kariernya di BJK Cup 2023. Dia sempat juga bermain double tapi lebih banyak tersingkir di babak awal Grand Slam. ***
| Kategori | : | Hiburan, Non Olympic, DKI Jakarta |













