Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Hanya Raih 2 Perak, Angkat Besi DKI Jakarta Sudah 24 Tahun Tanpa Emas

Hanya Raih 2 Perak, Angkat Besi DKI Jakarta Sudah 24 Tahun Tanpa Emas
Lifter DKI Jakarta, Syarifa Dwi Puspita saat berada di podium. (Dok. Hadi Wihardja)
Senin, 09 September 2024 20:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Tim Angkat Besi DKI Jakarta pulang tanpa medali emas dan  hanya mampu meraih 2 medali perak pada Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut). Dengan kegagalan ini, DKI Jakarta sudah 24 tahun tanpa medali emas.

Medali perak DKI Jakarta disumbangkan Indriyani (kelas 45kg putri) dan Syafira Dwi Puspa (kelas 49kg putri). "Angkat Besi DKI Jakarta itu terakhir kali mendapat medali emas melalui Lifter Asep Rahmat pada PON XV/2000 Jawa Timur. Jadi, DKI Jakarta itu sudah 24 tahun tanpa meraih emas," kata mantan pelatih nasional angkat besi Sori Enda Nasution yang dihubungi melalui telepon selular di Aceh, Senin, 9 September 2024. 

Sebagai pelatih yang melahirkan Asep Rahmat, Sori Enda yang pernah menangani Tim Angkat Besi DKI Jakarta merasa prihatin dengan penurunan prestasi angkat besi DKI Jakarta. 

"DKI Jakarta itu tolok ukur pembinaan olahraga Indonesia. Makanya, saya prihatin prestasi angkat besi DKI Jakarta setelah saya tinggalkan dimana hanya meraih 2 perak. Praktis DKI Jakarta tanpa medali emas selama 24 tahun," jelasnya. 

Sori Enda Nasution nenyebut dirinya sempat bertemu dan berdiskusi tentang angkat besi dengan Kadispora DKI Jakarta Andri Yansyah. Dia juga tidak menolak tawaran untuk menangani angkat besi DKI Jakarta. 

"Saya sempat ditawarkan untuk membangun angkat besi DKI Jakarta. Kebetulan saya memang rencananya akan balik ke Jakarta setelah PON XXI/2024," tandasnya.

Pada pertandingan terakhir, Selasa (10/9/2024), cabang angkat besi mempertandingkan kelas 109kg putra dan +109 putri dan +87kg putra. “Peluang medali DKI Jakarta sudah tidak ada karena tidak ada lifternya yang tampil di tiga kelas tersebut,” kata Kabid Binpres PB PABSI, Hadi Wihardja. ***

Kategori:Non Olympic, Aceh
wwwwww