Ahmad Sulhy: Perhatian Pj Gubernur DKI di Bidang Keagamaan Sudah Cukup Baik
![]() |
| DMI DKI Jakarta melakukan sosialisasi BOTI. (Ist) |
Sabtu, 14 September 2024 14:18 WIB
Penulis: Riyan
Penulis: Riyan
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono terus memberikan perhatian dalam bidang keagamaan, termasuk bagi umat Islam di Jakarta.
Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Ahmad Sulhy mengatakan, perhatian bagi kepentingan umat tetap ada selama kepemimpinan Heru Budi Hartono di Jakarta.
"Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) juga tetap ada," ujarnya, Sabtu (14/9).
Ia menilai, jika dilihat dari sisi administrasi, Heru sangat fokus pada pertanggungjawaban keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang betul-betul efektif dan efisien.
"Ini juga sesuatu yang baik sebetulnya. Saya melihat perhatian Pak Heru kepada kehidupan beragama dalam hal ini kegiatan kemasjidan sudah cukup baik, tidak menurun dibandingkan kepemimpinan sebelumnya," bebernya.
Sulhy mengungkapkan, untuk alokasi BOTI juga sudah dilakukan pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sesuai dengan mekanisme.
"Sebetulnya jadi kontraproduktif kalau tiba-tiba sekarang adalah salah satu fraksi yang bersuara sumbang. Sejauh ini Dewan Kemakmuran Masjid di Jakarta sudah memahami itu, tidak ada protes," imbuhnya.
Sulhy menjelaskan, BOTI sifatnya adalah insentif dari pemerintah. Artinya, ada tidak ada BOTI operasional masjid atau musala tetap berjalan. Namun, tentunya diharapkan BOTI tiap tahunnya bisa terus ditambah nominalnya sesuai dengan kondisi atau kemampuan keuangan daerah.
"Tentu kami berharap, BOTI ini bisa terus ditingkatkan nominalnya. Termasuk, adanya arahan penggunaannya," terangnya.
Menurutnya, lebih penting lagi adalah menambah alokasi untuk Marbut masjid atau musala karena mereka sangat berjasa melayani jamaah, khususnya untuk menjaga kebersihan agar semua bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman.
"Alhamdulillah, bantuan untuk marbut sampai saat ini masih ada. Saya berharap bisa ditingkatkan lagi, termasuk memberikan kesempatan umrah gratis bagi mereka," ungkapnya.
Ia menambahkan, banyak masjid atau musala yang belum bisa memberikan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) bagi Marbut, Imam, dan Muadzin. Untuk itu, perlu dicari formulasinya secara baik dan bijak.
"Mereka ini kan juga punya keluarga yang harus diperhatikan. Saat ini ada masjid-masjid besar yang sudah mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, tapi juga ada yang belum," paparnya.
Pengurus Wilayah DMI DKI Jakarta, lanjut Sulhy, juga terus bergerak memberikan pelatihan manajerial bagi pengurus masjid dan musala, termasuk kaitannya dalam pengelolaan keuangan BOTI.
"BOTI ini kan juga ada pertanggungjawabannya. Saya berharap, dengan kemampuan manajerial yang baik, infak dan sedekah juga dapat dimaksimalkan membantu operasional tempat ibadah hingga Marbut agar tepat sasaran," ucapnya.
Sulhy mengungkapkan, dengan slogan "Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan Masjid" maka setiap tempat ibadah memiliki kemandirian. Bahkan, bisa membantu meningkatkan perekonomian umat.
"Ini sudah dicontohkan Pak Pj Gubernur dengan meresmikan Masjid Ar-Raudhah di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan yang dilengkapi dengan kantin atau kios untuk pelaku UMKM," pungkasnya.
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













