Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tim Catur Putra Indonesia Gulung Palestina, Putri Kalah dari Korea Selatan

Tim Catur Putra Indonesia Gulung Palestina, Putri Kalah dari Korea Selatan
Tim Catur Putri Indonesia. (Foto: Stev Bonhage)
Jum'at, 20 September 2024 20:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BUDAPEST – Tim Catur Putra Indonesia kembali menunjukkan performanya, mempecundangi para pecatur Palestina dengan angka 3 : 1 pada pertandingan babak ke-9 Olimpiade Catur 2024. Sedangkan Tim Catur Putri Indonesia harus mengakui kekuatan tm Korea Selatan (Korsel) dengan hasil akhir 1: 3. 

FM Satria Duta Cahaya (2219 ) mengawali peluang Indonesia dengan bermain remis lawan IM Christian D Michel Yunis (2220), yang perbedaan ratingnya cuma satu angka. Permainan di papan 2 ini berjalan imbang terus, meski  Duta berkal-kali membuat permainan genting karena penuh langkah taktis. Keduanya bermain tanpa cacat, sehingga remis disetujui pada langkah  32.

Berbeda dengan babak-babak sebelumnya, kemenangan tim Putra Indonesia atas Palestina kali ini justru disumbangkan oleh dua papan bawah, yaitu CM Fabian Glen Mariano (2121) dan Reynhard Kristoper (2114).

Fabian yang berada di papan 3, partainya lebih menenangkan karena unggul sampai 3 bidak dan tetap dalam posisi yang menekan sehingga kemenangannya terhadap Ahmad Abdel Wahab (1995) memang  hanya menunggu waktu saja.

Sementara Reynard yang ada di papan 4, sempat membuat cemas. Karena sampai langkah 21, waktu pikirnya tinggal 3 menit. Beruntung satu langkah kemudian lawannya blunder yang sangat fatal sehingga CM Baha Miswadah (1957) menyerah pada langkah 26.

FM Andrean Susilodinata (2393) di papan 1 bertarung panjang lawan CM Mohamed Allam (2053). "Unggul satu bidak dalam permainan akhir benteng dimana posisi raja lawan sudah posisi fortres. Lebih dari 5 kali Allam yang  menawarkan remis, tetapi selalu ditolak oleh Andrean sampai posisinya memang benar-benar remis dan tidak bisa diolah lagi, baru Andrean setuju remis di langkah 63,"ujar Kapten Tim Catur Putra Indonesia Kristianus Liem.

Di bagian putri , perjuangan Lindri dan rekan-rekannya pun harus terhenti melawan tim Korea Selatan, yang di atas kertas masih bisa di atasi namun ternyata di lapangan hasilnya berbeda. Tim putri hrs mengakui keunggulan tim Korea 3-1.

Menurut Kapten Tim Catur Putri Indonesia, Lisa Lumomngdong, sebetulnya permainan babak ke-9 ini sesuai dengan gaya Evi Yuliana (1912), yaitu permainan tajam dan komplikasi. Namun karena terlambat mengembangan permainannya, lawan pun terus mendesak dan tidak memberi kesemptan pemain papan 3 ini untuk konsolidasi posisinya sampai kalah kualitas, dan akhirnya menyerah dari WCM Sohyun Kang (1726).

Bermain di papan 2, Angel Ruth Nugroho (1939) cukup menguasi permainan dan berusaha terus mengambil inisiatif. Namun ia lengah terhadap pertahanan rajanya. Hal itulah yang menjadikan lawannya terus menekan posisi raja yang tidak rokade. Angel kalah perwira dan akhirnya harus  meninggalkan meja perntandingan dengan posisi kalah dari Anastasia Khan (1859).

Kondisi yang cukup menguntungkan bagi kubu tim putri Indonesia adalah saat pemain papan 4, Clementia Adeline (1550) berhasil memenangkan pertandingan melawan WCM Yeonhee Cho (1696).

Clementia bermain pertahanan Sisilia namun lawannya memilih untuk bermain bukan di variasi utama Sisilia. Posisi permainan keduanya cukup baik, sampai akhirnya dalam proses susun posisi dan improvement pieces, lawannya melakukan miskalkulasi sehingga Clementia menang 2 bidak, dan dapat menyelesaikannya dengan baik.

Dalam posisi kalah satu poin, harapan tinggallah tertumpu pada pundak pemain papan 1 Indonesia, WIM Lindri Juni Widjayanti (2155), yang pada awalnya berhasil meredam serangan lawan, namun karena krisis waktu membuat Lindri melakukan kesalahan sehingga akhirnya kalah 1 bidak di permianan akhir. Setelah bertarung cukup alot, akhirnya permainan dimenangkan WFM Sunwoo Park (1877).

"Lindri Juni juga sudah sangat baik memulai permainan. Di tengah permainan  lawannya korban bidak untuk membuat posisi menjadi komplikasi, dan Lindri memilih menerima korban bidak itu. Jika lebih tenang, sebenarnya bisa memilih untuk tidak meneria pengorbanan bidak itu agar permainan seimbang, tidak harus menahan serangan-serangan lawan," ujar Lisa, menjelaskan.

Dengan hasil babak 9 ini, maka tim putri harus kerja ekstra keras untuk menaikkan rangking Indonesia. Begitu juga tim putra, tak boleh lengah pada dua babak terakhir. Saat ini tim putri berada di rangking 94 dari 181 negara, sementara tim putra ada di rangking 80 dari 196 negara.

Di babak ke 10, tim putra akan menghadapi tim tangguh Andorra yang diperkuat 2 GM, 1 IM dan 1 FM sementara tim putri akan melawan Barbados. ***

wwwwww