Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Menag Sebut Inovasi Teknologi Jadi Kunci Sukses Layanan BPJPH

Menag Sebut Inovasi Teknologi Jadi Kunci Sukses Layanan BPJPH
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (ist)
Kamis, 10 Oktober 2024 16:38 WIB
Penulis: Mambang Yazid
SERPONG - Inovasi teknologi merupakan kunci sukses penyelenggaraan layanan Jaminan Produk Halal (JPH) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.

Demikian ditegaskan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat membuka ajang The 3rd Halal-20, di ICE BSD, Serpong, Banten, Kamis (10/10/2024).

Acara ini diikuti perwakilan dari 114 Lembaga Halal Luar Negeri dari 38 negara. Hadir juga dalam kesempatan itu perwakilan dari Kementerian Perdagangan, para duta besar negara sahabat, pejabat eselon I dan II Kemenag.

"Secara kinerja, Badan Penyelenggara Jaminaan Produk Halal telah meningkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas produk halal baik produk dalam maupun luar negeri. Saat ini Indonesia telah menunjukkan progress yang signifikan dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Dalam hal dunia internasional, peringkat SGIE meningkat terutama pada makanan dan minuman halal," tandas Menag saat membuka forum H20.

"Dengan inovasi teknologi, halal dapat mengambil peran pada produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab yang merupakan salah satu poin tujuan pembangunan berkelanjutan," lanjut Menag Yaqut.

Lebih lanjut, Menag mengatakan bahwa salah satu misi penting untuk mewujudkan hal tersebut adalah bagaimana produk halal bisa menerapkan prinsip traceability atau ketertelusuran dalam Jaminan Produk Halal.

Sehingga, pengembangan eskosistem halal akan semakin optimal dengan didukung informasi secara traceable from-farm-to-fork, sehingga bisa diketahui oleh semua stakeholder.

"Inovasi teknologi tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Oleh karenanya, pada kesempatan ini, Pemerintah Indonesia menggelar kembali acara H20 untuk ke-3 kalinya dengan tema “Halal Traceability in the Global Supply Chain: Technology Innovation," ujar Gus Men, sapaan Menag.

"Ini juga menyambung arahan bapak Presiden pada pembukaan Trade Expo Indonesia kemarin bahwa penting bagi kita melakukan digitalisasi untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang sedang terjadi pada masa kini," imbuhnya.

Dalam forum yang dihadiri 500 lebih peserta yang terdiri atas delegasi Lembaga Halal Luar Negeri dan stakeholder terkait tersebut, Menag mengajak seluruh stakeholder penyelenggara jaminan produk halal untuk terus memperkuat sinergi-kolaborasi dalam pemanfaatan inovasi teknologi.

"Dalam forum ini saya mengajak seluruh stakeholder penyelenggara jaminan produk halal terutama Lembaga Halal Luar Negeri untuk bersatu dan mengintegrasikan layanan kita dengan mengembangkan dan memanfaatkan inovasi teknologi," ujar Menag. ***

wwwwww