Penggemar Keluhkan Harga Tiket Tur Konser My Chemical Romance Mahal
![]() |
| Grup band My Chemical Romance. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Tur yang direncanakan untuk merayakan ulang tahun ke-19 album legendaris mereka ini akan berlangsung pada 2025. Tak hanya menampilkan My Chemical Romance, konser ini juga akan menghadirkan sejumlah musisi sebagai pembuka, termasuk Violent Femmes, 100 Gecs, Wallows, Garbage, Alice Cooper, hingga Evanescence.
Namun, di balik lineup bintang ini, muncul isu terkait penjualan tiket. Di situs resmi Ticketmaster, harga tiket berkisar antara $63,50 hingga $695 (sekitar Rp1 juta - Rp11 juta). Selain itu, penggunaan fitur harga dinamis dan praktik penjualan oleh bot di pasar sekunder menambah keresahan penggemar.
"Sebagai penggemar lama, saya kecewa. Saya ingin mendukung band favorit saya, tetapi harga ini benar-benar tidak masuk akal," ungkap salah seorang penggemar di media sosial X.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa harga tiket melonjak hanya dalam satu hari setelah pembukaan penjualan, memunculkan dugaan bahwa fitur harga dinamis mungkin digunakan oleh pihak promotor.
Fitur harga dinamis, yang memungkinkan penyesuaian harga berdasarkan permintaan, menjadi kontroversial dalam industri konser.
Sebelumnya, metode ini juga digunakan dalam penjualan tiket tur Oasis pada awal tahun, yang memicu kritik serupa.
Oasis sendiri akhirnya merilis pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan strategi tersebut dalam tur reuni mereka di Amerika Serikat.
Hingga saat ini, pihak My Chemical Romance belum memberikan tanggapan resmi terkait mahalnya tiket konser mereka.
Sementara itu, diskusi soal aksesibilitas konser untuk penggemar lama terus bergulir, mempertanyakan apakah strategi penetapan harga seperti ini merupakan langkah bisnis yang efektif atau justru mengalienasi basis penggemar setia.
Tur The Black Parade tetap menjadi salah satu konser yang paling dinantikan tahun depan, tetapi perdebatan tentang harga tiket menjadi pengingat penting bahwa koneksi emosional dengan penggemar tidak bisa diukur hanya dengan angka. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













