Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  KOI

Ketua FKDM DKI Inisiasi FGD Bahas Integritas Bawaslu

Ketua FKDM DKI Inisiasi FGD Bahas Integritas Bawaslu
Ketua FKDM DKI Jakarta, Tobaristani. (Ist)
Kamis, 21 November 2024 13:15 WIB
Penulis: Riyan
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, Tobaristani menginisiasi focus grup discussion (FGD) bertajuk "Integritas Badan Pengawas Pemilu Menuju Pengawasan Partisipatif Pemilihan Tahun 2029.

FGD ini menghadirkan narasumber Dosen Pascasarjana Unindra, Rahmatulloh; anggota Bawaslu DKI Jakarta, Sakhroji; mantan Tim Seleksi Bawaslu, Heri Herdianto. FGD diikuti sejumlah aktivis dan penggiat demokrasi di Jakarta.

 
Toba mengatakan, FGD ini juga sekaligus bertujuan untuk menyerap masukan sebagai tambahan materi buku yang dibuatnya.
 
"Buku ini sebetulnya menjadi permintaan dari Pusdiklat Bawaslu RI. Akan ada banyak kluster yang membahas mengenai permasalahan Pemilu," ujarnya, di lokasi acara Gedung Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).
 
Toba menjelaskan, persoalan integritas sangat penting dalam beragam aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan Pemilu.
 
"Kalau semua penyelenggara Pemilu punya integritas yang baik, tentu kita akan berharap kualitas yang dihasilkan juga bagus," terangnya.
 
Menurutnya, agara proses Pemilu berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur serta adil (Luber dan Jurdil) maka diperlukan penyelenggara dan pengawas yang betul-betul berkompeten dan berintegritas.
 
"Bawaslu sebagai lembaga pengawas memiliki peran penting agar pelaksanaan pesta demokrasi berlangsung sesuai aturan, tidak ada money politik dan lainnya," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan Pemilik juga harus diakomodir dan dilindungi dengan baik.
 
"Ini sebagai masukan juga kepada Bawaslu agar masyarakat yang menyampaikan laporan itu percaya diri. Laporan yang sesuai, bukan karena suka dan tidak suka," bebernya.
 
Ia menegaskan, Bawaslu perlu membuat regulasi agar siapapun mau melaporkan jika ada pelanggaran dengan rasa aman, tanpa takut dikriminalisasi.
 
"Kalau perlu masyarakat yang melaporkan dan laporannya terbukti benar ini dapat diberikan reward," pungkasnya.

Editor:Azhari Nasution
Kategori:KOI, DKI Jakarta
wwwwww