Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Sesali Siswa SD Tewas Karena Bullying, Komisi X DPR Minta Pengawasan Guru Ditingkatkan

Sesali Siswa SD Tewas Karena Bullying, Komisi X DPR Minta Pengawasan Guru Ditingkatkan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. (Ist)
Selasa, 26 November 2024 17:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kasus bullying (perundungan) di lingkungan sekolah Kembali memakan korban jiwa. Kali ini, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Subang, Jawa Barat yang menjadi korban perundungan kakak kelasnya meninggal dunia.

Korban yang bernama Albi Ruffi Ozara (9) meninggal dunia pada Senin (25/11/2024), setelah sempat mengalami sakit kepala berat dan muntah-muntah hingga tak sadarkan diri setelah mengalami perundungan tersebut. Korban sebelumnya mengaku menjadi korban kekerasan kakak kelasnya di sekolah maupun di tempat pengajian.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Lalu Hadrian Irfani menyayangkan adanya kasus bullying di SD menyebabkan siswa meninggal akibat hal tersebut.

Menurut pria akrab disapa Lalu Ari, dalam pelajaran ini seyogyanya pengawasan guru di sekolah harus terus dilakukan agar tidak ada lagi kasus bullying terjadi di dunia Pendidikan khususnya di sekolah.

"Tentu kita sesali hal ini bisa terjadi dan pengawasan guru di sekolah menjadi hal yang sangat penting dan perlu di tingkatkan," tegas Lalu Ari kepada wartawan, Rabu (26/11/2024).

Lebih lanjut, Politikus PKB ini menilai, dari kasus kematian siswa SD yang berujung kematian akibat bullying harus jadi pelajaran penting untuk memantapkan nilai budi pekerti dan menjaga moral Pancasila di dalam setiap siswa tengah arusnya globalisasi

"Pelajaran akhlak dan budi pekerti serta moral Pancasila menjadi kaeharusan yang harus masuk dalam kurikulum selanjutnya di era derasnya kemajuan teknologi," pungkas legislator dapil NTB ini . ***

wwwwww