Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Olympic

Inaya Wahid Kritik Sikap Gus Miftah, Pentingnya Menjaga Harkat dan Martabat Sesama

Inaya Wahid Kritik Sikap Gus Miftah, Pentingnya Menjaga Harkat dan Martabat Sesama
Inaya Wahid. (Instagram)
Rabu, 04 Desember 2024 21:06 WIB
Penulis: Mambang Yazid

JAKARTA - Putri bungsu almarhum Gus Dur, Inaya Wahid, menyampaikan kritik tajam terhadap sikap yang dianggap merendahkan martabat manusia. Pernyataannya menyoroti tindakan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Gus Miftah, yang menjadi sorotan publik usai mengomentari seorang penjual es teh dengan kata-kata tidak pantas.

Lewat akun Twitter pribadinya pada Selasa 3 Desember 2024, Inaya menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat sesama manusia, terlebih di ruang publik.

“Tidak ada gunanya kamu sok mborong es tehnya kalau kamu merendahkan beliau di depan publik. Yang wajib itu menjaga harkat martabat sesama manusia, bukan mborong dagangan,” cuit Inaya.

Cuitan tersebut menjadi viral, dengan lebih dari 28 ribu tanda suka, menunjukkan dukungan luas dari warganet yang juga merasa tindakan Gus Miftah kurang pantas.

Dalam pernyataannya, Inaya juga mengingatkan para pemuka agama untuk terus memperdalam ilmu dan menjaga sikap saat menyampaikan ajaran kepada masyarakat.

Inaya menekankan bahwa peran tokoh agama bukan hanya soal ceramah, tetapi juga memberikan teladan dalam memanusiakan sesama.

“Susah memang kalau pemuka agama jalur ngaku-ngaku, bukan jalur ngilmu. Lebih mulia dagang es teh daripada dagang agama,” tulisnya menutup cuitan.

Pernyataan ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian besar mendukung sikap tegas Inaya dan melihatnya sebagai pengingat penting bagi tokoh publik, khususnya pemuka agama, untuk berhati-hati dalam bersikap dan berbicara.

Banyak yang menilai bahwa perilaku Gus Miftah tidak sejalan dengan tugasnya sebagai utusan khusus yang semestinya mengedepankan harmoni dan penghormatan terhadap sesama. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Olympic, Hiburan, Voli, DKI Jakarta
wwwwww