Joko Anwar Sebut Indonesia Minim Keteladanan Figur Publik, Ini Pasalnya
![]() |
| Sutradara Joko Anwar. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Meski tidak menyebut nama secara langsung, Joko Anwar melalui akun media sosialnya tampak menyindir fenomena tersebut. Dalam unggahannya, sutradara Pengabdi Setan itu menyoroti minimnya keteladanan di kalangan figur publik.
“Indonesia ini miskin keteladanan. Banyak pemimpin, pengayom, pendidik, yang seharusnya memberikan contoh baik, malah merendahkan manusia lain,” tulis Joko Anwar pada Rabu (4/12/2024).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap normalisasi perilaku negatif yang dilakukan figur publik. Baginya, tindakan merendahkan martabat orang lain seharusnya tidak mendapat pembelaan, apalagi dijadikan bahan hiburan.
“Dan ini bukan saja dibela, dinormalisasi oleh para pendukungnya. Tapi dirayakan. (Masih jijik mual banget tiap liat bapak itu ketawa ngakak liat orang di sebelahnya gook-gookin orang nyari rejeki),” lanjutnya.
Menurut Joko Anwar, masyarakat seharusnya lebih kritis terhadap sosok yang mendapat posisi terhormat. Ia menegaskan, kebiasaan melindungi atau memaklumi perilaku tidak terpuji hanya akan memperburuk situasi sosial.
“Terus mereka pada bilang, gaya guyonannya memang begitu. Gila sih kalau manusia kayak gini masih dapat tempat terhormat di negeri ini,” pungkasnya.
Pernyataan Joko Anwar ini mendapat respons beragam dari netizen. Sebagian mendukung pandangannya, sementara yang lain menganggapnya terlalu keras. Namun, kritik ini menyoroti isu yang lebih besar, yakni pentingnya keteladanan dalam masyarakat. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













