Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Joko Anwar Sebut Indonesia Minim Keteladanan Figur Publik, Ini Pasalnya

Joko Anwar Sebut Indonesia Minim Keteladanan Figur Publik, Ini Pasalnya
Sutradara Joko Anwar. (Instagram)
Rabu, 04 Desember 2024 21:34 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Gus Miftah, tokoh agama ternama, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya terhadap seorang penjual minuman menuai kritik tajam. Ucapan yang dinilai tidak pantas tersebut memicu perdebatan di media sosial. Salah satu suara kritis datang dari sutradara kenamaan, Joko Anwar, yang memberikan perspektif berbeda mengenai isu ini.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, Joko Anwar melalui akun media sosialnya tampak menyindir fenomena tersebut. Dalam unggahannya, sutradara Pengabdi Setan itu menyoroti minimnya keteladanan di kalangan figur publik.

“Indonesia ini miskin keteladanan. Banyak pemimpin, pengayom, pendidik, yang seharusnya memberikan contoh baik, malah merendahkan manusia lain,” tulis Joko Anwar pada Rabu (4/12/2024).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap normalisasi perilaku negatif yang dilakukan figur publik. Baginya, tindakan merendahkan martabat orang lain seharusnya tidak mendapat pembelaan, apalagi dijadikan bahan hiburan.

“Dan ini bukan saja dibela, dinormalisasi oleh para pendukungnya. Tapi dirayakan. (Masih jijik mual banget tiap liat bapak itu ketawa ngakak liat orang di sebelahnya gook-gookin orang nyari rejeki),” lanjutnya.

Menurut Joko Anwar, masyarakat seharusnya lebih kritis terhadap sosok yang mendapat posisi terhormat. Ia menegaskan, kebiasaan melindungi atau memaklumi perilaku tidak terpuji hanya akan memperburuk situasi sosial.

“Terus mereka pada bilang, gaya guyonannya memang begitu. Gila sih kalau manusia kayak gini masih dapat tempat terhormat di negeri ini,” pungkasnya.

Pernyataan Joko Anwar ini mendapat respons beragam dari netizen. Sebagian mendukung pandangannya, sementara yang lain menganggapnya terlalu keras. Namun, kritik ini menyoroti isu yang lebih besar, yakni pentingnya keteladanan dalam masyarakat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, DKI Jakarta
wwwwww