Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
9 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Nasional

Ketum PB KAMI Tegas Tolak Polri di Bawah TNI atau Kemendagri

Ketum PB KAMI Tegas Tolak Polri di Bawah TNI atau Kemendagri
Ketua Umum PB KAMI, Sultoni. (Ist)
Kamis, 05 Desember 2024 10:13 WIB
Penulis: Riyan
Ketua Umum Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI), Sultoni tegas menolak adanya wacana Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali di bawah Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Sultoni mengatakan, mengembalikan Polri di bawah TNI/Kemendagri merupakan bentuk penghianatan terhadap reformasi yang sudah susah payah penuh pengorbanan diperjuangkan.

 
"Kalau ini diterapkan tentu menjadi langkah mundur dari perjalanan bangsa Indonesia," ujarnya, Kamis (5/12).
 
Sultoni menjelaskan, TNI, Kemendagri, dan Polri memiliki tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang berbeda. Untuk itu, sangat tidak tepat menempatkan Polri di bawah TNI atau Kemendagri.
 
"Namun demikian, kita tidak ingin Polri juga menjadi jumawa, demikian halnya dengan TNI. Sehingga, adanya gesekan antara personel TNI dan Polri di lapangan dapat dicegah," terangnya.
 
Menurutnya, adanya usulan agar korps Bhayangkara kembali di bawah TNI/Kemendagri harus juga menjadi bahan evaluasi internal Polri untuk terus berbenah.
 
"Pertama, tentu Polri harus semakin bekerja profesional dan beritegritas. Kedua, jajaran Polri harus tegas tidak berpolitik praktis, jangan ada cawe-cawe urusan politik," ungkapnya.
 
Sultoni memberikan catatan banyaknya kasus yang mendegradasi citra Polri belakangan ini juga harus menjadi atensi besar Kapolri untuk segera melakukan reformasi dan berani menindak tegas jajarannya yang melanggar aturan.
 
"Kita sangat menyayangkan ada kasus polisi menembak polisi hingga polisi menembak masyarakat tanpa alasan kuat. Ini menjadi PR besar Kapolri untuk bisa mereformasi jajarannya," pungkasnya.

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Voli
wwwwww