Pemprov DKI Gandeng BMKG Mitigasi Banjir
![]() |
| Pemprov DKI-BMKG Bahas Mitigasi Banjir. (Ist) |
Kamis, 05 Desember 2024 20:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
Dalam rangka mengantisipasi potensi curah hujan yang diprediksi tinggi pada 6-9 Desember 2024, Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI menggelar rapat koordinasi siaga banjir.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi mengapresiasi kesiapan BMKG dalam memberikan peringatan dini. Sehingga, jajaran Pemprov DKI Jakarta dapat mengantisipasi agar dampak musim hujan tidak semakin meluas.
"Setelah mencermati paparan BMKG, perlu kita laksanakan saat ini adalah rekayasa cuaca. Untuk pendanaan langkah antisipasi tersebut dapat lebih dulu menggunakan dana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/12).
Ia meminta agar Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) mulai menindaklanjuti potensi penggunaan data BTT untuk keadaan darurat.
Teguh menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan apel kesiapsiagaan bencana dan memastikan infrastruktur penanggulangan banjir dapat bekerja optimal.
"Tolong kesiapan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan lainnya. Kita perlu siapakan koordinasi, siapkan tenaga, dan semuanya. Kita tahu BPBD menjadi tumpuan. Oleh karena itu, update data diperlukan, kita harus bisa pantau titik-titik daerah rawan. Sekali lagi diimbau dinas terkait bersinergi dengan BMKG," terangnya.
Teguh juga mengimbau jajarannya untuk menginformasikan secara massif kepada masyarakat terkait potensi curah hujan tinggi pada 6-9 Desember 2024. Sehingga, masyarakat dapat turut menyiapkan langkah antisipatif mandiri untuk menghadapi hujan yang bisa datang kapan saja.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati memaparkan, perkiraan penyebab curah hujan tinggi pada 6-9 Desember 2024.
Ia juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan dalam melewati potensi curah hujan tinggi tersebut.
"Dari perkembangan info cuaca, kami sudah prediksi sejak Oktober, mulai musim hujan pada November, puncak musim hujan diprediksi Januari 2025," ungkapnya.
Dwikorita menambahkan, ada beberapa penyebab curah hujan tinggi pada 6-9 Desember, seperti fenomena la nina serta pergerakan awan-awan hujan dari Samudera Hindia.
"Desember ini sudah ada di Indonesia dan diprediksi akan bertahan hingga akhir Desember. Kami mengimbau DKI Jakarta siaga dalam menghadapi potensi itu," tandasnya.
| Kategori | : | Voli, DKI Jakarta |













