Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Basket

Ketegangan Memuncak di Suriah, HTS Kuasai Aleppo dan Warga Asing Diimbau Tinggalkan Negara

Ketegangan Memuncak di Suriah, HTS Kuasai Aleppo dan Warga Asing Diimbau Tinggalkan Negara
Pasukan oposisi yang ingin menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad kini menguasai kota Hama usai bertempur melawan pasukan pemerintah (Foto: AFP/BAKR AL KASSEM)
Minggu, 08 Desember 2024 07:19 WIB

DAMASKUS – Konflik di Suriah semakin memburuk setelah kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) melancarkan serangan besar-besaran yang berhasil merebut kendali atas kota Aleppo, salah satu kota terbesar di negara itu. Serangan mendadak ini menjadi pukulan besar bagi pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Dalam wawancara yang diterbitkan CNN pada Jumat (6/12), pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jawlani, menegaskan tujuan serangan tersebut adalah menggulingkan rezim Assad.
“Tujuan kami tetap sama, yaitu menumbangkan rezim ini. Kami akan menggunakan segala cara untuk mencapainya,” kata Jawlani.

Kelompok HTS, yang berafiliasi dengan al-Qaeda, telah lama masuk dalam daftar organisasi teroris oleh berbagai negara. Dengan menguasai Aleppo, mereka kini memperluas kontrolnya di wilayah barat laut Suriah.

Gelombang Evakuasi Warga Asing
Memanasnya konflik membuat sejumlah negara mendesak warganya untuk segera meninggalkan Suriah. Amerika Serikat, Rusia, dan China telah mengeluarkan peringatan resmi untuk warga negara masing-masing.

Departemen Luar Negeri AS melalui pernyataan resmi meminta warga Amerika di Suriah untuk segera memanfaatkan penerbangan komersial yang masih tersedia.
“Situasi di Suriah terus bergejolak dengan bentrokan yang tidak dapat diprediksi. Warga diminta meninggalkan negara itu sebelum opsi penerbangan ditutup,” bunyi pernyataan tersebut.

Rusia dan China juga mengeluarkan imbauan serupa. Kedutaan Besar Rusia di Damaskus meminta warganya segera pulang melalui bandara yang masih beroperasi, sementara Kedubes China menyebut situasi keamanan di barat laut Suriah semakin buruk.

Iran Tarik Pasukannya
Dalam perkembangan terbaru, media New York Times melaporkan bahwa Iran telah mulai menarik pasukan militernya dari Suriah. Laporan ini menyebut bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), staf diplomatik, dan warga sipil Iran mulai dievakuasi sejak Jumat pagi (6/12).

Langkah ini dipandang sebagai indikasi melemahnya dukungan Iran terhadap rezim Assad di tengah tekanan intensif dari kelompok pemberontak.

Suriah di Ambang Krisis Baru
Perebutan Aleppo oleh HTS menunjukkan betapa gentingnya situasi di Suriah. Antrian panjang kendaraan untuk bahan bakar menggambarkan dampak nyata konflik bagi kehidupan sehari-hari warga.

Dengan kota-kota besar menjadi medan pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak, krisis kemanusiaan di Suriah dikhawatirkan semakin memburuk. Eskalasi ini juga menjadi sinyal bahwa konflik panjang di Suriah memasuki fase baru yang lebih kompleks dan berbahaya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww