Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis BWF World Tour Finals 2024

Kalahkan Wakil Jepang, Langkah Awal Baik Dejan/Gloria

Kalahkan Wakil Jepang, Langkah Awal Baik Dejan/Gloria
Ganda Campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja. (PP PBSI)
Rabu, 11 Desember 2024 10:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANGZHOU - Langkah awal yang baik ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja pada laga perdana Turnamen Bulutangkis BWF World Tour Finals 2024.

Bertanding di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Rabu (11/12/2024), Dejan/Gloria mampu membalas kekalahan saat menghadapi pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Meski dipaksa bermain tiga gim alias rubber set, Dejan/Gloria mampu menuntaskannya dengan skor 23-21, 16-21, dan 21-11.

Gloria mengaku dirinya belum bisa fokus pada gim pertama dan kedua. Namun, kelemahan tersebut tertutupi dengan penampilan Dejan.

"Hari ini terutama buat saya di gim pertama dan kedua, fokusnya masih kurang jadi masih kurang yakin sama permainan saya sendiri. Tapi Dejan bisa cover dengan sangat baik ketika permainan saya kurang enak di depan," ujarnya.

"Tapi Puji Tuhan saya bisa bangkit di gim ketiga, mulai lebih yakin dan percaya dirinya. Tiba-tiba bangun dan berpikir untuk ayo tidak boleh banyak melakukan kesalahan lagi. Momentumnya karena di poin akhir gim kedua saya yang mati jadi dari sana bisa perlahan naik performanya dan lancar sampai akhir," tambahnya.

Pada babak selanjutnya, Gloria menyebut faktor non-teknis yang harus mereka benar-benar dijaga. "Selama ini pekerjaan rumah kami banyak di faktor ini jadi harus dipentingkan," katanya.

"Saat kalah di Kumamoto Masters sebenarnya pola permainan kami sudah benar hanya memang di gim kedua waktu itu ekseskusi terakhirnya tidak pas. Di sini kami mencoba hal yang sama tapi dengan lebih rapi dan ditambah beberapa variasi pola, tidak terpaku satu pola saja," timpal Dejan.

Bagi Dejan dan Gloria, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya. ***

wwwwww