Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Paulo Menezes Keluhkan Hujan Lebat dan Pandangan Terganggu

Paulo Menezes Keluhkan Hujan Lebat dan Pandangan Terganggu
Laga Madura United FC dan Semen Padang diguyur hujan. (dok.ligaindonesiabaru)
Rabu, 11 Desember 2024 11:55 WIB
Penulis: M Syahrisad Nasution
BANGKALAN - Madura United FC kian terbenam di dasar klasemen BRI Liga 1 2024/2025, setelah gagal mengamankan poin sempurna pada pertandingan pekan ke-14, lawan Semen Padang FC.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini takluk 0-1 atas tamunya di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, Jawa Timur, Selasa (10/12/2024).

Gol semata wayang itu tercipta pada penghujung laga melalui skema bola mati. Adalah Ryohei Michibuchi, yang menjadi pahlawan bagi Semen Padang.

Pelatih Madura United Paulo Menezes menjelaskan, pertandingan menjadi sangat sulit saat hujan turun. Aliran bola menjadi tidak lancar dan saat hujan lebat, pandangan terganggu.
Alhasil, tim, yang berusia 8 tahun ini, harus kecolongan pada penghujung laga lewat gol pemain asal Jepang itu. "Saat hujan mulai, pertandingan jadi sulit, sangat sulit," kata pelatih berkebangsaan Portugal ini saat konferensi pers pasca peluit panjang.

"Lagi, kami kebobolan dari bola mati. Padahal, kami sudah berlatih untuk menghadapi bola mati," kata Menezes, karena pada laga sebelumnya juga kebobolan via skema bola mati.

Menezes juga mengakui, Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha cs, tidak mampu memaksimalkan peluang yang banyak diciptakan.

"Kami kesulitan mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang untuk mecetak gol. Tapi, kami kurang efisien untuk mencetak gol," pungkasnya.

Hasil tersebut membuat Semen Padang keluar dari zona merah dan Madura United turun ke dasar klasemen dengan hanya memiliki enam poin hingga pekan ini. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Non Olympic, Sepakbola, Jawa Timur
wwwwww