Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
6
Bermain Dengan Sembilan Pemain, PSM Mampu Curi Poin di Markas Borneo FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bermain Dengan Sembilan Pemain, PSM Mampu Curi Poin di Markas Borneo FC
Home  /  Berita  /  Banten

PHK Massal Produsen Sepatu Nike Indonesia, Nasib 2.400 Karyawan Dipertaruhkan

PHK Massal Produsen Sepatu Nike Indonesia, Nasib 2.400 Karyawan Dipertaruhkan
PT Victory Chingluh Indonesia, produsen sepatu ternama merek Nike.
Sabtu, 11 Januari 2025 13:09 WIB
JAKARTA – PT Victory Chingluh Indonesia, salah satu produsen sepatu terbesar merek Nike, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap 2.400 karyawan. Keputusan ini dianggap sebagai langkah perusahaan untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi yang mengganggu operasional industri manufaktur.

Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penurunan pesanan produksi menjadi penyebab utama kebijakan ini. “Pesanan turun drastis. Banyak line produksi dihentikan. Akhirnya, perusahaan memutuskan untuk melakukan PHK,” ujarnya, Sabtu (4/1/2025).

Kebijakan ini membawa dampak besar, tidak hanya bagi ribuan buruh yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga bagi keluarga mereka yang menggantungkan hidup dari perusahaan tersebut.

Meski perusahaan menawarkan pesangon dua kali Penghitungan Masa Kerja (PMTK), langkah ini dianggap tidak memadai untuk mengatasi dampak ekonomi dan psikologis yang dialami para pekerja.

“Banyak dari kami yang sudah bertahun-tahun bekerja di sini. Tiba-tiba harus mulai dari nol lagi,” ujar seorang buruh yang terkena PHK.

Kontroversi di Media Sosial

Di tengah polemik ini, salah seorang karyawan melalui akun TikTok @aishwapramudia membagikan pendapatnya mengenai kebijakan PHK yang diterapkan perusahaan. Dalam unggahan Minggu (5/1/2025), ia menjelaskan bahwa sistem PHK dilakukan berdasarkan penawaran kepada karyawan yang memenuhi kriteria tertentu.

“Karyawan yang masuk kriteria bisa menerima atau menolak PHK. Kalau menolak, mereka bisa kembali bekerja seperti biasa,” jelasnya.

Namun, unggahan ini menuai reaksi negatif dari publik. Banyak pihak menilai narasi tersebut tidak menyentuh realitas sulit yang dihadapi para buruh. “Pembelaan ini seolah menyepelekan dampak besar dari PHK ini,” tulis seorang netizen dalam komentar.

Hingga kini, serikat buruh PT Chingluh belum memberikan pernyataan resmi terkait PHK besar-besaran ini. Keheningan mereka membuat banyak pihak mempertanyakan keberpihakan serikat terhadap buruh yang terkena dampak.

PT Victory Chingluh Indonesia selama ini dikenal sebagai perusahaan besar yang memproduksi sepatu untuk merek global. Namun, keputusan untuk memberhentikan ribuan pekerja menyoroti sisi kelam industri padat karya, di mana efisiensi sering kali mengorbankan nasib pekerja.

Kebijakan PHK ini meninggalkan pelajaran penting bagi pemerintah dan dunia usaha tentang perlunya perlindungan yang lebih kuat bagi buruh. Di balik kejayaan merek-merek global, ada ribuan buruh yang kini terpaksa mencari jalan baru untuk bertahan hidup. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:pikiran-rakyat.com
Kategori:Nasional, Banten
wwwwww