Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Jawa Timur

Makam Wali Lima di Ngawi Dibongkar, Dinilai Palsu dan Berpotensi Menyesatkan

Makam Wali Lima di Ngawi Dibongkar, Dinilai Palsu dan Berpotensi Menyesatkan
Sekelompok warga yang menamakan diri sebagai Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) membongkar lima makam Wali Lima di Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Minggu pagi (12/01/2025).(foto: espos.id)
Minggu, 12 Januari 2025 23:19 WIB
NGAWI – Sekelompok warga yang tergabung dalam Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) membongkar lima makam yang dikenal sebagai Makam Wali Lima di Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Minggu pagi (12/1/2025). Makam ini dinilai palsu dan dianggap berpotensi menyesatkan masyarakat.

Lima makam tersebut pertama kali dibangun oleh Kyai Qosim (60 tahun) pada tahun 2009 di atas lahan milik Arifin (40 tahun), warga desa setempat. Sebelum dijadikan makam, lokasi ini digunakan untuk mencetak batu bata. Namun, seiring waktu, makam ini disebut sebagai tempat peristirahatan leluhur bersejarah, hingga menarik pengunjung untuk berziarah, terutama pada Jumat Pahing.

Ketua Harian PWI Ngawi, Budi Cahyono, menyatakan pembongkaran dilakukan untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru. ‘’Kami menemukan fakta bahwa makam ini tidak berisi jasad dan hanya dibangun atas klaim seseorang. Hal seperti ini bisa menyesatkan sejarah jika dibiarkan,’’ ujarnya.

Proses pembongkaran berlangsung selama 30 menit menggunakan alat seadanya seperti linggis. Aparat TNI-Polri turut hadir untuk mengawal jalannya pembongkaran demi mencegah konflik.

Ketua RT setempat, Agus Supriyanto, mengungkapkan bahwa makam ini telah menjadi tempat ziarah selama lebih dari satu dekade. ‘’Warga dari luar daerah sering datang, bahkan menggelar istighosah di sini,’’ katanya.

Namun, warga setempat seperti Sunarsih mengaku pasrah dengan pembongkaran tersebut. ‘’Kami tahu tempat ini dulunya hanya lahan cetak batu bata, jadi kalau harus dibongkar, ya kami menerima saja,’’ ucapnya.

Sebelum pembongkaran dilakukan, PWI dan masyarakat setempat mengadakan beberapa kali dialog untuk memastikan kesepahaman bersama. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Dengan pembongkaran ini, PWI berharap tidak ada lagi makam palsu atau klaim sejarah yang tidak berdasar di masa depan. Mereka menegaskan pentingnya menjaga integritas sejarah dan budaya di wilayah tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Jawa Timur
wwwwww