Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Satpol PP DKI Awasi Tren Viral Berburu Koin, Waspadai Potensi Kerusakan Fasilitas Umum

Satpol PP DKI Awasi Tren Viral Berburu Koin, Waspadai Potensi Kerusakan Fasilitas Umum
Selasa, 14 Januari 2025 07:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Satpol PP DKI Jakarta memantau tren permainan berburu koin ‘Jagat’ yang sedang viral di platform TikTok. Permainan ini memanfaatkan aplikasi Jagat, yang memungkinkan pengguna mencari koin virtual di dunia nyata untuk ditukarkan dengan uang.

Namun, aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi kerusakan fasilitas umum dan gangguan ketertiban. Pengguna aplikasi Jagat diketahui mencari koin di berbagai lokasi seperti trotoar, taman, hingga area mal. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan pihaknya tengah mengawasi tren ini untuk memastikan fasilitas publik tetap terjaga.

"Kami mengawasi aktivitas ini, terutama di fasilitas umum seperti taman. Jangan sampai fasilitas yang ada rusak akibat permainan ini," ujar Satriadi, Senin (13/1).

Satpol PP DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk mencegah kerusakan di ruang publik. Personel Satpol PP ditempatkan di lokasi-lokasi strategis dengan pendekatan humanis. Petugas mengingatkan pemain agar tidak merusak fasilitas umum selama bermain.

“Kami juga berkoordinasi dengan pengelola dan petugas keamanan mal untuk menjaga keamanan. Jika aktivitas ini berpotensi merusak fasilitas, petugas akan mengimbau hingga melarang aktivitas tersebut,” jelas Satriadi. Namun, ia menambahkan, pengawasan terhadap aplikasi di ponsel pengguna tidak dapat dilakukan langsung.

Sanksi dan Pembinaan

Satriadi mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan dan pendataan terhadap pelaku yang merusak fasilitas umum. Saat ini, fokus utama adalah langkah pencegahan, meski opsi sanksi formal tengah dibahas lebih lanjut.

"Kalau sudah ada kerusakan, kami akan minta data dari yang bersangkutan. Saat ini, kami fokus pada langkah preventif sambil membahas sanksi lebih lanjut secara internal," paparnya.

Satriadi mengimbau warga untuk menikmati tren ini secara bijak tanpa merugikan fasilitas umum atau melanggar aturan. “Kami mengimbau warga untuk memanfaatkan ruang publik dengan tanggung jawab, sehingga menjaga kenyamanan bersama,” tandasnya.

Tren ini mendapat perhatian khusus mengingat tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pemerintah daerah berharap kesadaran kolektif dapat menjaga ketertiban dan keindahan fasilitas publik. ***

wwwwww