Raihan Fahrizal Buktikan Standar Fisik Bukan Halangan
![]() |
| Model, Raihan Fahriza. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Dalam sebuah wawancara, Raihan mengungkapkan bahwa dirinya kerap ditolak di Indonesia karena dianggap tidak memenuhi standar fisik ideal. "Di Indonesia aku selalu di-cancel, badan aku selalu dibilang kekurusan. Di market sini aku kurang laku dan kurang dihargai," ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sorotan publik setelah Melly Goeslaw, musisi sekaligus anggota DPR RI, mengunggahnya di Instagram pada 24 Januari 2025. Melly tak hanya membagikan cerita Raihan, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap standar kecantikan dan penilaian fisik yang sering kali sempit di Indonesia.
Dalam unggahannya, Melly Goeslaw menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering menghakimi penampilan fisik seseorang. "Di sini kebiasaan orang lihat fisik harus bentuknya ideal. Kalau pendek, gendut, terlalu tinggi, bongkok, terlalu kurus, gigi gingsul, atau terlalu putih dibilang pucat kayak mayat, apa saja dicela," tulis pelantun "Jika" dan "Gantung" itu.
Melly Goeslaw menegaskan bahwa setiap manusia memiliki keunikan yang menjadi ciri khas masing-masing. Menurutnya, tidak ada makhluk ciptaan Tuhan yang buruk. Ia berharap, cerita Raihan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk percaya diri dan terus mengembangkan potensi diri.
Melly Goeslaw memuji keberanian Raihan yang berani tampil beda dan terus berkarya meski sempat tidak dihargai di tanah air. "Bangga deh sama Raihan ini, yang justru bisa membawa nama Indonesia bahkan menjadi model Indonesia pertama yang tampil di runway brand besar dunia," tulisnya penuh rasa kagum.
Melly Goeslaw juga mendorong generasi muda untuk tidak takut berbeda dan bangga pada diri sendiri. "Hinggaplah di mana pun tempat yang bisa menerimamu dengan baik. Industri kreatif akan semakin berkembang dengan anak-anak muda yang berani beda, berani berkarya, dan menggunakan segala potensi dengan baik," imbuhnya.
Kisah Raihan Fahrizal adalah bukti nyata bahwa penilaian subjektif tidak dapat menghalangi seseorang untuk bersinar. Di tengah penolakan dan kritik yang diterimanya di negeri sendiri, Raihan justru membuktikan bahwa potensi dan kerja keras mampu membawa seseorang melampaui batasan. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













