Azza Koto Rilis Album Perdana "12.12.12" dan Bintangi Film Horor "The Repertoirs"
![]() |
| Penyanyi muda berbakat, Azza Koto. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Acara yang dipandu oleh Elang dan Gracie ini tidak hanya menghadirkan pemutaran video klip lagu Indah Dunia, tetapi juga sesi bincang bersama Azza dan produsernya, M. Fajrin, yang menceritakan proses kreatif di balik album ini.
Angka Spesial di Balik "12.12.12"
M. Fajrin mengungkapkan bahwa album ini digarap selama tiga bulan dengan konsep musik new wave, genre yang populer pada era 1980-an. Pemilihan judul 12.12.12 sendiri bukan tanpa alasan.
"Judul ini diambil dari tanggal lahir Azza, yaitu 12 Desember 2012. Jadi angka ini sangat spesial bagi dirinya," ujar Fajrin.
Azza pun menyampaikan rasa bahagianya atas peluncuran album ini. "Asyik! Aku senang banget dengan album ini," ungkapnya penuh semangat di hadapan para tamu undangan.
Peluncuran album ini semakin semarak dengan penampilan Fidella Jasmine dan Chairul Fihir. Azza sendiri turut memeriahkan panggung dengan membawakan beberapa lagu dari albumnya. Kehadiran teman-teman Azza dari kalangan penyanyi, model, dan aktor semakin memperkuat atmosfer acara yang penuh kehangatan.
Tak hanya dikenal sebagai penyanyi, Azza yang masih duduk di kelas 6 SD swasta di Yogyakarta ini juga memiliki segudang prestasi di bidang lain. Ia merupakan atlet dancesport berprestasi internasional, seorang model, pewara, serta pemain film.
Azza Koto Unjuk Kemampuan Akting di Film "The Repertoirs"
Tak hanya bersinar di dunia tarik suara, Azza juga membuktikan kemampuannya di dunia seni peran. Baru-baru ini, ia menyelesaikan syuting film horor pendek berjudul The Repertoirs, produksi Frasa Media.
Film ini menampilkan Azza sebagai pemeran utama, beradu akting dengan Kukuh dan Dinar Roos, di bawah arahan sutradara Ade Triyan serta produser Ajin. Syuting berlangsung di kediaman Azza, Zola Gallery Studio, Nyemengan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, pada 4 November 2024.
Menurut Ade Triyan, film ini memiliki dua versi: "Satu versi berdurasi satu menit untuk Festival Film DOSS, sementara versi lain berdurasi 10–15 menit untuk festival nasional dan internasional. Dengan tren film horor yang sedang digemari, tidak menutup kemungkinan film ini juga tayang di bioskop online," jelasnya.
Inspirasi dari Gudang Patung Keluarga Azza
Film ini terinspirasi dari rumah Azza yang memiliki gudang dan galeri patung milik ayahnya, Yulhendri, seorang pematung ternama. Dari situ, lahir kisah horor tentang seorang pemilik gudang yang masih dihantui oleh misteri masa lalu.
Cerita berpusat pada Azza yang tanpa sengaja menemukan buku Romo’s Repertoire di gudang patung tempat Djarot bekerja. Kejadian mistis pun dimulai ketika Azza terjebak di dalam gudang pada pukul 21.00 dan bertemu sosok penari misterius.
Namun, di balik kengerian cerita ini, film The Repertoirs menyisipkan pesan mendalam tentang kasih sayang orang tua.
"Meski sudah menjadi hantu, orang tua tetap melindungi anaknya. Mereka kembali ke dunia untuk menyelamatkan anaknya dari gangguan makhluk halus," papar Ade.
Bagi Azza, pengalaman bermain dalam film horor ini sangat berkesan. "Ini film horor pertamaku. Rasanya seru dan berbeda dari film-film sebelumnya. Pokoknya excited!" tandasnya.
Dengan peluncuran album 12.12.12 dan debutnya di film horor The Repertoirs, Azza Koto semakin membuktikan dirinya sebagai bintang muda berbakat yang layak diperhitungkan di dunia hiburan. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













