Korban Penembakan APMM Malaysia Bertambah, Satu WNI Meninggal Dunia
![]() |
| Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam taklimat pers di Jakarta, Senin (16/12/2024). (antara/nabil ihsan) |
"Almarhum telah menjalani operasi pengangkatan ginjal karena terkena peluru, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia," ujar Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Identitas almarhum hingga kini belum diketahui karena tidak membawa dokumen pribadi. "Sesama WNI yang dirawat di RS Idris Shah Serdang juga tidak mengenal detail data almarhum," jelas Judha.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur saat ini terus berupaya mengidentifikasi korban menggunakan rekam biometrik untuk memastikan identitasnya.
Sementara itu, WNI lainnya yang berinisial MH asal Aceh yang sebelumnya dalam kondisi kritis kini telah stabil. MH telah dipindahkan ke ruang rawat biasa setelah menjalani operasi, dan informasi mengenai kondisinya sudah disampaikan kepada pihak keluarga oleh Kementerian Luar Negeri.
Di sisi lain, terkait penangkapan satu WNI oleh Kepolisian Selangor pada 1 Februari 2025, KBRI Kuala Lumpur telah mengirim Nota Diplomatik untuk meminta klarifikasi serta akses kekonsuleran.
"Berdasarkan komunikasi KBRI Kuala Lumpur melalui Atase Polisi dengan Kepala Kepolisian Selangor hari ini, akses kekonsuleran akan segera diberikan," ungkap Judha.
Indonesia juga mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden penembakan tersebut. Penyidik Kepolisian Daerah Selangor telah menetapkan tiga pasal dalam kasus ini, termasuk satu pasal dari Akta Senjata Api 1960 untuk menyelidiki dugaan pelanggaran penggunaan senjata oleh aparat APMM. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Nasional |













