Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Korban Penembakan APMM Malaysia Bertambah, Satu WNI Meninggal Dunia

Korban Penembakan APMM Malaysia Bertambah, Satu WNI Meninggal Dunia
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam taklimat pers di Jakarta, Senin (16/12/2024). (antara/nabil ihsan)
Rabu, 05 Februari 2025 08:05 WIB
JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi satu warga negara Indonesia (WNI) korban penembakan oleh aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) meninggal dunia di RS Idris Shah, Serdang, Selasa (4/2/2025). Korban sempat menjalani operasi pengangkatan ginjal akibat luka tembak, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya wafat.

"Almarhum telah menjalani operasi pengangkatan ginjal karena terkena peluru, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia," ujar Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Identitas almarhum hingga kini belum diketahui karena tidak membawa dokumen pribadi. "Sesama WNI yang dirawat di RS Idris Shah Serdang juga tidak mengenal detail data almarhum," jelas Judha.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur saat ini terus berupaya mengidentifikasi korban menggunakan rekam biometrik untuk memastikan identitasnya.

Sementara itu, WNI lainnya yang berinisial MH asal Aceh yang sebelumnya dalam kondisi kritis kini telah stabil. MH telah dipindahkan ke ruang rawat biasa setelah menjalani operasi, dan informasi mengenai kondisinya sudah disampaikan kepada pihak keluarga oleh Kementerian Luar Negeri.

Di sisi lain, terkait penangkapan satu WNI oleh Kepolisian Selangor pada 1 Februari 2025, KBRI Kuala Lumpur telah mengirim Nota Diplomatik untuk meminta klarifikasi serta akses kekonsuleran.

"Berdasarkan komunikasi KBRI Kuala Lumpur melalui Atase Polisi dengan Kepala Kepolisian Selangor hari ini, akses kekonsuleran akan segera diberikan," ungkap Judha.

Indonesia juga mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden penembakan tersebut. Penyidik Kepolisian Daerah Selangor telah menetapkan tiga pasal dalam kasus ini, termasuk satu pasal dari Akta Senjata Api 1960 untuk menyelidiki dugaan pelanggaran penggunaan senjata oleh aparat APMM. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional
wwwwww