Promotor Martin Daniel Tumbelaka Siap Jadi Ketua Umum PP Pertina, Hendrik Simangunsong: Cocok Itu
![]() |
| Promotor tinju Martin Daniel Tumbelaka. (Dok.Pribadi) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Promotor tinju Daniel Martin Tumbelaka yang akrab dipanggil MDT menyatakan siap menjadi calon Ketua Umum PP Pertina periode 2025-2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pertina yang akan digelar pada tahun 2025.
"Kalau ada dukungan kita siap," kata Martin Daniel melalui pesan singkat lewat WhatsApp pada Minggu (16/2/2025).
Kemunculan nama Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi Partai Gerindra ini mendapat sambutan hangat dari mantan peraih medali emas Kejuaraan Tinju Asia di Bangkok 1992, Hendrik Simangunsong.
"Cocok itu. Apalagi, dia dari kalangan olahraga tinju. Dan, saya mengenal namanya dan suka menyaksikan pertandingan tinju profesional yang digelarnya," kata Hendrik Simangunsong.
Hendrik yang juga peraih medali perunggu kelas menengah pada Asian Games 1990 Beijing tidak meragukan jika Marthin Daniel menjadi orang nomor satu di dunia tinju amatir Indonesia. "Saya sih tidak ragu dengan loyalitasnya untuk bisa meningkatkan prestasi tinju amatir Indonesia. Tinju profesional aja yang membutuhkan dana cukup besar bisa digelarnya yang jelas-jelas sudah tidak untung," tegasnya.
Martin Daniel Tumbelaka merupakan salah tokoh asal Sulawesi Utara yang sangat terkenal di dunia tinju Profesional. Dia mulai aktif bikin event tinju sejak 2016 di tengah dunia tinju profesional Indonesia semakin meredup. Tidak hanya kejuaraan nasional saja tetapi dia juga sudah menggelar kejuaraan WBA dan WBC. "Kecintaan saya di dunia tinju sudah sejak dulu. Ada kepuasan saya saat nonton tinju," katanya.
"Sebetulnya tiap gelar even tinju profesional bisa dikatakan rugi. Tapi saya tak pikirkan di situ, yang saya penting petinju bisa berkarir, jenjangnya bisa naik dan ekonominya bisa berubah," tambahnya.
MDT termasuk promotor nekad. Saat pandemi Covid 19 melanda dunia termasuk Indonesia, dia bikin kejuaraan tinju profesional. "Ini pengalaman menarik. Saat itu, saya sudah bayar petinju, tetapi satu minggu sebelum pertandingan keluarlah aturan baru dengan adanya larangan kegiatan terbuka. Nah kita cari opsi, kita diskusi dengan pihak kepolisian. Dan kita jamin protokol kesehatan. Jadi, kita buat pertandingan di tengah hutan di Bogor untuk menghindari penonton," katanya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













