Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Aceh

Dini Hari Mengguncang, Gempa 6,2 Magnitudo Getarkan Aceh

Dini Hari Mengguncang, Gempa 6,2 Magnitudo Getarkan Aceh
Selasa, 08 April 2025 06:32 WIB

JAKARTA – Guncangan keras membangunkan warga Aceh saat gempa bumi bermagnitudo 6,2 terjadi pada Selasa (8/4/2025) dini hari pukul 02.48 WIB. Gempa ini berpusat di laut, tepatnya 192 kilometer barat laut Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada kedalaman 10 kilometer.

Meski kekuatannya tergolong besar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Getaran terasa cukup kuat di sejumlah daerah. Di Kabupaten Simeulue, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI, yang artinya cukup kuat menggoyangkan benda-benda ringan di dalam rumah. Wilayah lain yang merasakan guncangan termasuk Aceh Selatan dan Kota Subulussalam (III MMI), serta sejumlah daerah di Sumatera Utara dengan intensitas II–III MMI.

“Gempa tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” demikian keterangan resmi BMKG melalui akun resminya @infoBMKG.

BMKG mencatat bahwa ini merupakan salah satu dari beberapa gempa yang terjadi selama periode 31 Maret hingga 8 April 2025. Aktivitas seismik tercatat meningkat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Aceh, Papua, Jawa, dan Nusa Tenggara. Kedalaman gempa bervariasi, mulai dari dangkal hingga cukup dalam, dengan lokasi pusat gempa yang tersebar di daratan dan laut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski demikian, warga di daerah terdampak tetap diminta siaga dan memastikan bangunan tempat tinggal aman dari kemungkinan runtuh atau retakan akibat getaran.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa bumi di seluruh wilayah Indonesia dan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat secara berkala. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Olympic, Aceh
wwwwww