Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Indonesia dan AS Sepakati Langkah Teknis, Target Rampung Negosiasi dalam 60 Hari

Indonesia dan AS Sepakati Langkah Teknis, Target Rampung Negosiasi dalam 60 Hari
Senin, 21 April 2025 14:36 WIB
JAKARTA – Proses negosiasi tarif timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat terus berlanjut. Setelah menggelar pertemuan tingkat menteri, kini pembahasan memasuki tahap teknis yang melibatkan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan United States Trade Representative (USTR).

Pertemuan teknis pertama berlangsung Jumat (18/4/2025), sehari setelah delegasi dari kedua negara menyepakati perlunya percepatan pembahasan tarif resiprokal. Dalam pertemuan itu, Tim Teknis Indonesia mulai memetakan isu-isu strategis bersama USTR.

"Kami mulai membahas pokok isu yang menjadi perhatian kedua pihak, termasuk usulan dan permintaan dari Indonesia," ujar Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Menurut Susi, pembahasan juga mencakup format, tahapan, dan prosedur negosiasi yang sedang dipersiapkan, seiring berjalannya masa penundaan tarif selama 90 hari. Ia menambahkan, kedua negara menargetkan tercapainya kesepakatan bersama dalam waktu maksimal 60 hari ke depan.

USTR disebut memberikan respons positif terhadap proposal Indonesia. Saat ini, pihak AS tengah menyusun working document yang merinci substansi negosiasi, termasuk cakupan kerja sama dagang.

Beberapa isu penting yang dibahas antara lain hambatan non-tarif seperti perizinan impor, perdagangan digital, bea atas transmisi elektronik (Customs Duties on Electronic Transmissions), inspeksi pra-pengapalan, dan kebijakan kandungan lokal untuk industri.

Tak hanya itu, pembicaraan juga menyentuh aspek teknis lainnya seperti penerapan tarif resiprokal, sektor-sektor tarif prioritas, serta kebijakan akses pasar yang saling menguntungkan.

"Dialog teknis ini menjadi langkah penting menuju kesepakatan dagang yang lebih adil dan terbuka," ungkap Susi. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:Inilah.com
Kategori:Ekonomi
wwwwww