PP Pordasi Dipimpin Aryo, Indonesia Akan Miliki Fasilitas Pacuan Kuda Internasional di JIEPP
![]() |
| Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djojohadikusumo bersama Dirut PT Pulo Mas Jaya, Robby Ferliansyah dan Direktur PT Arena Pacu Nusantara (Sarga Land), Aseanto Oudang.. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Tidak salah masyarakat pecinta olahraga berkuda memberikan kepercayaan Aryo Djojohadikusumo sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda (PP Pordasi) periode 2024-2028.
Sebagai pecinta kuda sejati dan pencipta rekor total hadiah yang diperebutkan lomba pacuan kuda sebesar Rp1 miliar, Aryo, panggilan karibnya, melakukan terobosan yang patut dapat acungan jempol.
Selain mengaktifkan kembali lomba kuda pacu di Kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur yang telah hilang saat pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta, dia mewujudkan impian Indonesia memiliki arena pacuan kuda bertarap internasional.
Ini terlihat dari adanya penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Pulo Mas Jaya bersama PT Arena Pacu Nusantara (Sarga Land) terkait Pemanfaatan, Pembangunan, dan Pengelolaan Fasilitas Olahraga Berkuda Pacu di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Rabu, 23 April 2025. Dari pihak PT Pulo Mas Jaya yang hadir adalah Robby Ferliansyah selaku Direktur Utama, sedangkan PT Arena Pacu Nusantara yang hadir yaitu Aseanto Oudang.
Dalam sambutannya, Aryo mengatakan bahwa pengaktifkan kembali lomba kuda pacu di Kawasan Pulo Mas karena animo kuda pacu sangat besar. “Peminat kuda pacu sangat luar biasa. Terutama di daerah-daerah, lomba kuda pacu akan kami gelar lagi di Pulo Mas,” ujar Aryo.
“Kebetulan saya sebagai ketum PP Pordasi menampung aspirasi dari teman-teman komunitas pacuan kuda seluruh Indonesia, yang rindu kembali berpacu di Polumas. Ini sama persis dengan arahan Presiden Prabowo untuk mengembangkan kembali pacuan kuda di Pulomas. Namun, karena Pordasi adalah cabor maka fokus kami adalah pembinaan, pengembangan pendukungnya,” tambahnya.
Keberadaan pacuan kuda bertaraf internasional ini, kata Aryo, juga membuka peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah race internasional dalam mendorong industri olahraga dan juga pariwisata.
“PP Pordasi sudah membuat MoU dengan Dinas pertenakan dalam upaya mengembalikan status Indonesia bebas dari penyakit kuda sebagai persyaratan menjadi tuan rumah race internasional. Mudah-mudahan ini bisa diwujudkan dalam kurun waktu 18 bulan ke depan,” jelasnya.
Arena berkuda di JIEPP atau yang dulu dikenal sebagai Pacuan Kuda Pulomas, akan memiliki fasilitas baru. Fasilitas itu berupa olahraga berkuda pacu. Fasilitas ini akan menambah tiga nomor cabang yang sudah diperlombakan di JIEPP sebelumnya, yaitu jumping (lompat rintangan), dressage (tunggang serasi) dan eventing (trilomba).
Kerjasama kedua pihak itu meliputi pemanfaatan, pembangunan dan pengelolaan fasilitas olahraga berkuda pacu senilai Rp180 miliar yang diharapkan bisa segera dimulai dan diharapkan rampung pada 2026 mendatang. Nantinya, kursi penonton akan mencapai 8.000 seat.
Robby Ferliansyah menyampaikan bahwa langkah optimalisasi JIEPP telah dimulai sejak tahun 2023. Setelah melalui proses panjang pencarian mitra strategis, pihaknya akhirnya menggandeng PT Arena Pacu Nusantara untuk menjadikan JIEPP sebagai satu-satunya fasilitas olahraga berkuda terintegrasi di Indonesia.
"JIEPP ke depannya tidak hanya menjadi tempat pertandingan equestrian, tetapi juga pusat pelatihan dan pertandingan untuk seluruh disiplin olahraga berkuda yang ada di Indonesia, seperti berkuda pacu, berkuda equestrian, berkuda memanah dan polo dengan standar internasional," kata Robby Ferliansyah.
Mengenai isu pemisahan fasilitas antara equestrian dan kuda pacu, ia menyebut hal itu tidak relevan. “Di negara-negara lain, termasuk Timur Tengah, equestrian dan pacu dilakukan dalam satu kawasan. Ini bukan soal jenis kudanya, tapi soal tata kelola manajemen,” ungkap Robby.
Ia menambahkan kalau ke depan JIEPP juga bakal difungsikan sebagai tempat karantina kuda impor, termasuk untuk kuda-kuda milik Detasemen Kavaleri Berkuda yang digunakan dalam prosesi kenegaraan.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Arena Pacu Nusantara (Sarga Land) Aseanto Oudang menyatakan komitmennya untuk membangun fasilitas olahraga berkuda pacu yang modern dan bertaraf internasional.
"Kami berharap olahraga berkuda semakin dikenal luas, bukan hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari sunnah yang membawa nilai edukatif dan spiritual bagi umat Muslim," jelasnya.
JIEPP sendiri berada di lokasi yang strategis. Venue ini bisa dijangkau dengan menggunakan beragam transportasi umum seperti Transjakarta, LRT Jakarta, rencana MRT Jakarta dan Jaklingko. Dengan demikian, masyarakat yang hendak menuju Pacuan Kuda Pulomas akan mendapatkan kemudahan.
Aryo juga menambahkan, keberadaan fasilitas kuda pacu internasional ini bakal menyedot tenaga kerja yang cukup besar dan juga membantu UMKM. “Kalau ada 100 kuda saja pasti akan membutuhkan 300 pekerja terdiri dari pelatih, joki, dan juga perawat. Belum lagi tenaga pendukung lainnya. Ini tenaga kerja yang tidak bisa digantikan dengan robot. Kalau arena ini bisa mendatangkan 40 ribu penonton saja berapa UMKM yang bisa terbantu,” tutupnya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













