Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Mendikdasmen Siap Ubah Arah Pendidikan, Cegah Budaya Menyontek di Sekolah dan Kampus

Mendikdasmen Siap Ubah Arah Pendidikan, Cegah Budaya Menyontek di Sekolah dan Kampus
Lihat Foto Ilustrasi siswa ujian.
Jum'at, 25 April 2025 07:25 WIB

JAKARTA – Maraknya praktik menyontek di lingkungan pendidikan mendapat perhatian serius dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Ia menyatakan akan segera memperbaiki sistem pembelajaran dan mengubah orientasi pendidikan nasional agar tidak sekadar mengejar nilai, namun juga memperkuat karakter dan integritas peserta didik.

Fokus pada Nilai dan Karakter

Mu'ti menegaskan bahwa orientasi pendidikan harus bergeser dari sekadar capaian akademik menuju pembentukan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab. Ia menyebut, pelatihan guru saat ini telah mulai memasukkan aspek penguatan nilai serta pengembangan layanan bimbingan konseling bagi siswa.

"Kami mulai menekankan pentingnya pendidikan karakter, bukan hanya soal nilai. Guru-guru pun kami latih untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembentukan kepribadian siswa," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Terapkan Konsep Deep Learning

Salah satu terobosan yang direncanakan adalah penerapan pendekatan deep learning pada tahun ajaran 2025/2026. Metode ini menekankan proses pemaknaan terhadap materi pelajaran agar siswa tidak hanya tahu (knowing), tetapi juga mampu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan nyata (behaving).

"Pendidikan yang baik harus membentuk perilaku, bukan sekadar menghafal konsep," tegas Mu'ti.

Temuan SPI: Menyontek dan Plagiarisme Masih Tinggi

Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Sebanyak 78 persen sekolah dan 98 persen kampus masih ditemukan praktik menyontek. Tak hanya itu, plagiarisme juga masih marak, terutama di perguruan tinggi (43 persen) dan sekolah (6 persen).

"Masih banyak guru dan dosen yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Ini juga bagian dari ketidakdisiplinan akademik yang harus dibenahi," ujar Deputi KPK Bidang Pendidikan, Wawan Wardiana.

Reformasi Sistem Pendidikan Jadi Prioritas

Dengan skor SPI Pendidikan 2024 yang berada di angka 69,50, Mu'ti menilai perlu reformasi menyeluruh terhadap sistem dan pendekatan belajar-mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi.

"Kami ingin membangun sistem pendidikan yang bukan hanya menghasilkan siswa cerdas, tapi juga bermoral dan berintegritas," tutupnya. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Nasional, Umum
wwwwww