Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
11 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Home  /  Berita  /  Olympic

Keracunan Miras di Lapas Bukittinggi, Dirjen Pemasyarakatan Usut Dugaan Penyalahgunaan Alkohol

Keracunan Miras di Lapas Bukittinggi, Dirjen Pemasyarakatan Usut Dugaan Penyalahgunaan Alkohol
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kementerian Imipas Sumbar,Kombes Pol Yessi Kurniati saat memberikan keterangan ke wartawan terkait kasus warga binaan alami keracunan miras oplosan di Lapas Bukittinggi. (antara/al fatah)
Kamis, 01 Mei 2025 13:52 WIB

BUKITTINGGI – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Polresta Bukittinggi membentuk tim investigasi untuk mengusut peristiwa keracunan massal yang menimpa warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II A Bukittinggi. Dalam insiden tersebut, satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya harus menjalani perawatan medis.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat, Marselina Budiningsih, menyatakan peristiwa itu diduga bermula dari penyalahgunaan alkohol murni yang biasa digunakan dalam program pelatihan kemandirian WBP.

"Alkohol itu digunakan untuk membuat parfum, tetapi seorang tamping mencurinya. Awalnya untuk membersihkan tato, namun kemudian dicampur dengan minuman kemasan dan dikonsumsi secara bersama-sama," ujar Marselina, Kamis (1/5/2025) dini hari.

Sebanyak 23 warga binaan dilaporkan mengalami keracunan setelah menenggak minuman tersebut. Satu di antaranya meninggal dunia di RSUD Bukittinggi, sementara 22 lainnya masih dirawat di RSAM, dengan dua korban dalam kondisi kritis.

"Jenazah telah diserahkan kepada keluarga, yang menerima dengan ikhlas. Sementara korban lain masih ditangani secara intensif," jelas Marselina.

Marselina menegaskan, investigasi akan difokuskan pada dugaan kelalaian internal, termasuk potensi pelanggaran prosedur pengawasan bahan kimia di dalam lapas.

"Kami sedang kumpulkan bukti dan keterangan. Jika ditemukan unsur kelalaian petugas, tentu akan ditindak sesuai aturan," tegasnya.

Terkait isu adanya pesta musik sebelum insiden terjadi, pihak Lapas membantah dan menyatakan belum ada informasi akurat soal waktu konsumsi miras oplosan tersebut.

“Kami minta publik bersabar menunggu hasil lengkap dari investigasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati, menyebut telah dilakukan olah TKP dan penyitaan sejumlah barang bukti.

“Wadah bekas mengoplos minuman sudah diamankan. Namun beberapa warga binaan belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi lemah,” ucap Yessi. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Olympic, Beladiri
wwwwww