Empat Olympian Tinju Dukung, Perbati Resmi Diproklamirkan
![]() |
| Acara Silaturahmi Tinju Indonesia sekaligus memproklamirkan kehadiran Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati). (Foto:Gonews.co Group) |
Penulis: M Syahrisad Nasution
Hal ini terkait dengan keputusan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) yang memberhentikan tetap keanggotaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang berafiliasi ke Asosiasi Tinju Amatir Internasional (IBA) sesuai dengan perintah Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Peresmian Perbati yang bakal menggantikan posisi Pertina di World Boxing (WB) ini sudah dipastikan akan menyelamatkan dunia tinju amatir Indonesia. Tidak hanya itu saja, kehadiran Sekjen KOI Wijaya Nuradi dan Komite Eksekutif KOII Jadi Rajaguguk memastikan petinju Indonesia bisa tampil di SEA Games Thailand 2025, Asian Games Nagoya 2026, dan mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Dengan kata lain, tinju amatir Indonesia punya peluang untuk mengembalikan kejayaannya yang sudah nyaris tidak memiliki wakil selama dua pulu tahun atau 5 kali pelaksanaan Olimpiade. Terakhir, Bonyx Saweha yang tampil di Olimpiade Athena 2004.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan KOI dan juga Kemenpora untuk memimpin Perbati. Makanya, kita akan secepatnya bergabung dengan World Boxing yang diakui IOC. Jadi, kita bisa pastikan petinju amatir Indonesia bisa tampil di SEA Games Thailand 2025, Asian Games 2026 Nagoya, dan mengikuti agenda-agenda resmi event World Boxing termasuk babak kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Ketua Umum Perbati Ray Zulham Farras.
Tidak hanya perwakilan masyarakat tinju dari berbagai daerah dan sederet petinju nasional seperti Uswatun, peraih emas SEA Games 2017 Malaysia, Aldom Sugoro, tetapi empat Olympian tinju juga ikut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap Perbati. Yakni, Ferry Moniaga (juara Asia dan Perempatfinalis Olimpiade XX Munich 1972), Syamsul Anwar Harahap (Olimpiade Montreal 1976), Hermensen Ballo (Olimpiade Atlanta 1996), dan Bonyx Saweho (Olimpiade Athena 2004).

“Jika memang ada organisasi tinju baru seperti Perbati yang bisa memastikan petinju Indonesia tampil di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade, kenapa tidak kita dukung? Terus terang, dunia tinju amatir Indonesia harus diselamatkan dan jangan sampai terulang lagi tidak mampu mengirim petinju ke babak kualifikasi Olimpiade,” kata Syamsul Anwar Harahap.
Terkait peningkatan prestasi tinju amatir, Syamsul Harahap mengharapkan Perbati bisa menghidupkan kembali pertandingan tinju skala nasional dan juga internasional seperti Presiden Cup yang sudah tidak berjalan lagi.
“Petinju itu harus banyak bertanding kalau memang ingin berprestasi. Bukan hanya menggelar pertandingan tetapi juga mengikutsertakan mereka di berbagai event internasional. Jadi, mereka bisa lebih matang dan bisa meraih prestasi terbaik pada saat tampil di SEA Games, Asian Games, dan juga lolos ke Olimpiade,” imbuhnya.
Dukungan kehadiran Perbati juga disampaikan Ferry Moniaga. “Saya menyambut positif kehadiran Perbati dan juga mendukungnya karena ada yang menangani petinju ke level internasional sehubungan dengan dikeluarkannya Pertina dari KOI atas instruksi IOC,” timpal Ferry Moniaga.
“Sangat mendukung Perbati, karena organisasi pembaruan demi prestasi anak bangsa,” timpal Hermensen Ballo. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













