Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Posisi Laskar Sambernyawa Terancam Zona Merah

Posisi Laskar Sambernyawa Terancam Zona Merah
Laga Persis Solo melawan Arema FC yang berakhir dengan skor 0-1. (dok.ligaindonesiabaru)
Selasa, 06 Mei 2025 15:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO – Persis Solo gagal mempertahankan momentum positif yang didapat pada dua laga sebelumnya. Berlaga pada pekan ke-31 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/5/2025) kemarin, Laskar Sambernyawa kalah 0-1 dari Arema FC.

Gol Arkhan Fikri di menit ke-79 menjadi bencana bagi Persis yang tampil di hadapan ribuan suporternya sendiri.

Hasil ini memutus catatan dua kemenangan beruntun yang didapat Persis yakni unggul 1-0 atas PS Barito Putera di laga tandang dan menang 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo.

Kekalahan ini membuat posisi Persis kembali mendekat ke zona merah. Gagal menambah poin membuat Persis kini masih mengantongi 32 poin atau berjarak 2 poin saja dari Barito Putera yang ada di peringkat ke-16 alias batas akhir zona degradasi yang mengoleksi nilai 30.

Dengan tersisa 3 laga saja musim ini, apapun masih bisa terjadi yang membuat pekerjaan Persis makin tak mudah untuk menjauh dari zona degradasi.

“Kita dihukum dengan kegagalan kita untuk mencetak gol. Kita menguasai pertandingan dengan baik kecuali membuat gol, dan kita dibobol dengan serangan balik,” kata pelatih Persis, Ong Kim Swee.

Pelatih asal Malaysia itu berpendapat bahwa banyak peluang yang didapatkan oleh para penggawanya, namun tim tamu berhasil membuat gol.

“Kalau kita lihat peluang-peluang yang terjadi di antara Arema FC dan Persis, agak jauh karena kita mempunyai banyak peluang tetapi Arema berhasil membuat gol melalui satu serangan balasan. Jadi pada akhirnya kita kecewa dan kita harus bangkit kembali setelah pertandingan ini,” ucap Ong Kim Swee lagi.

Menanggapi kepercayaan diri tim untuk laga-laga tersisa yang krusial, Ong Kim Swee menegaskan bahwa 3 laga tersisa di musim ini akan menguji mentalitas dan kemampuan para penggawa untuk dapat meraih posisi yang lebih baik di klasemen.

“Kalau kita lihat, kita telah berusaha maksimal pada 13 pertandingan. Ini merupakan 3 pertandingan terakhir di mana ini akan menguji mentalitas kita untuk berada dalam posisi yang lebih baik. Ini bukan satu hal yang mudah, di mana masih ada 2 pertandingan tandang di luar Solo dan 1 pertandingan di Manahan,” pungkasnya. ***

wwwwww