Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
13 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
18 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  PON

Atasi Dampak PHK, SIAPkerja Jadi Strategi Pemerintah Sambungkan Tenaga Kerja

Atasi Dampak PHK, SIAPkerja Jadi Strategi Pemerintah Sambungkan Tenaga Kerja
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberi keterangan ketika ditemui di Jakarta, Kamis (8/5/2025). (antara/putu indah savitri).
Kamis, 08 Mei 2025 12:16 WIB

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memprioritaskan optimalisasi platform SIAPkerja sebagai solusi untuk menghubungkan para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan peluang kerja. Langkah ini diambil menyusul peningkatan jumlah pengangguran dan lonjakan PHK pada awal 2025.

“Platform SIAPkerja akan menjadi pusat informasi lapangan kerja. Tapi kita butuh partisipasi aktif dari perusahaan,” ujar Yassierli, Kamis (8/5/2025).

Ia menegaskan bahwa efektivitas SIAPkerja sangat bergantung pada pelaporan lowongan dari perusahaan melalui sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) di laman resmi Kemnaker.

“Jika data lowongan lengkap, maka pemetaan kerja akan lebih akurat dan bisa cepat disalurkan kepada pencari kerja, khususnya korban PHK,” tambahnya.

Di sisi lain, Kemnaker juga berkoordinasi dengan kementerian teknis untuk mendata potensi kerja di sektor pertanian dan industri lain yang terkait program strategis nasional, seperti hilirisasi dan makan bergizi gratis.

“Kami juga memetakan proyeksi kerja dari kawasan industri dan ekonomi. Ini semua bagian dari upaya jangka panjang,” jelas Yassierli.

BPS mencatat, per Februari 2025 jumlah angkatan kerja mencapai 153,05 juta orang, naik 3,67 juta dari tahun sebelumnya. Namun angka pengangguran juga meningkat sebanyak 83 ribu orang.

Sementara data Kemnaker menunjukkan jumlah pekerja terdampak PHK pada Januari–Februari 2025 mencapai 18.610 orang, melonjak hampir lima kali lipat dibanding Januari 2025. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:PON, Ekonomi
wwwwww