Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
11 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ansyari Lubis Sebut PSS Sleman Tidak Bisa Berleha-leha

Ansyari Lubis Sebut PSS Sleman Tidak Bisa Berleha-leha
PSS Sleman kalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-1. (dok.ligaindonesiabaru)
Sabtu, 10 Mei 2025 18:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SEMARANG – PSS Sleman berhasil melanjutkan hasil positif dari laga sebelumnya ke laga pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025. Dijamu PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2025) kemarin, Skuat berjuluk Super Elang Jawa menang tipis 2-1.

Super Elja sebelumnya berhasil menang atas PSM Makassar dengan skor 3-1 yang memberikan atmosfer tersendiri.

Bahkan PSS di laga lawan PSIS sudah mampu unggul lebih dulu sebelum jeda babak pertama usai mencetak gol lewat Gustavo Tocantins menit ke-8 dan 42. Barulah kemudian PSIS mampu memperkecil skor lewat gol Lucas Baretto menit ke-68.

Hasil ini, membuat PSS kini menambah perolehan poinnya jadi 28 poin dari 32 laga yang sudah dilakoni dan ada di peringkat ke-17 dari 18 tim. 

Nilai itu berjarak 3 poin dari PSIS yang ada di dasar klasemen dengan koleksi 25 poin. Sedang posisi ke-16 adalah Semen Padang FC yang punya nilai 31 namun baru bertanding  sebanyak 31 kali.

Dengan hanya tersisa 2 laga saja, tentunya ini berarti PSS dapat terus menjaga peluang untuk lepas dari zona merah di akhir musim.

“Yang pasti, kita bersyukur berhasil memenangi laga yang sangat ketat. Sebelum laga, coach Pieter Huistra sudah menegaskan, kalau kita mau berjuang, maka kita dapatkan hasil. Laga ini pemain semua sudah berjuang maksimal dan harus kita syukuri dan kita akan tatap laga berikutnya,” kata asisten pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis.

Dia juga mengatakan memberikan kesempatan kepada anak asuhnya menikmati kemenangan ini sebentar saja.

“Kita mau menikmati kemenangan ini. Kemudian kita akan persiapkan diri untuk dua laga sangat menentukan. Kita tidak bisa berleha-leha. Apa yang kita lakukan kali ini dengan semangat juang, kekompakan dan kolektivitas harus dipertahankan,” tegasnya.

Selain itu, Ansyari Lubis juga memastikan tim pelatih memiliki catatan-catatan yang wajib dibenahi.  

“Kita juga evaluasi dari laga ini, tim pelatih akan evaluasi apa yang harus kita perbaiki. Pada 2 laga terakhir adalah laga hidup-mati dan kalau mau bertahan, kita harus berjuang. Kita tidak lihat hasil lain, karena ini bisa membuat pemain ragu. Pemain harus fokus untuk 2 laga terakhir dan perjuangan belum berakhir,” pungkasnya.***

Super Elja sebelumnya berhasil menang atas PSM Makassar dengan skor 3-1 yang memberikan atmosfer tersendiri.

Bahkan PSS di laga lawan PSIS sudah mampu unggul lebih dulu sebelum jeda babak pertama usai mencetak gol lewat Gustavo Tocantins menit ke-8 dan 42. Barulah kemudian PSIS mampu memperkecil skor lewat gol Lucas Baretto menit ke-68.

Hasil ini, membuat PSS kini menambah perolehan poinnya jadi 28 poin dari 32 laga yang sudah dilakoni dan ada di peringkat ke-17 dari 18 tim. 

Nilai itu berjarak 3 poin dari PSIS yang ada di dasar klasemen dengan koleksi 25 poin. Sedang posisi ke-16 adalah Semen Padang FC yang punya nilai 31 namun baru bertanding  sebanyak 31 kali.

Dengan hanya tersisa 2 laga saja, tentunya ini berarti PSS dapat terus menjaga peluang untuk lepas dari zona merah di akhir musim.

“Yang pasti, kita bersyukur berhasil memenangi laga yang sangat ketat. Sebelum laga, coach Pieter Huistra sudah menegaskan, kalau kita mau berjuang, maka kita dapatkan hasil. Laga ini pemain semua sudah berjuang maksimal dan harus kita syukuri dan kita akan tatap laga berikutnya,” kata asisten pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis.

Dia juga mengatakan memberikan kesempatan kepada anak asuhnya menikmati kemenangan ini sebentar saja.

“Kita mau menikmati kemenangan ini. Kemudian kita akan persiapkan diri untuk dua laga sangat menentukan. Kita tidak bisa berleha-leha. Apa yang kita lakukan kali ini dengan semangat juang, kekompakan dan kolektivitas harus dipertahankan,” tegasnya.

Selain itu, Ansyari Lubis juga memastikan tim pelatih memiliki catatan-catatan yang wajib dibenahi.  

“Kita juga evaluasi dari laga ini, tim pelatih akan evaluasi apa yang harus kita perbaiki. Pada 2 laga terakhir adalah laga hidup-mati dan kalau mau bertahan, kita harus berjuang. Kita tidak lihat hasil lain, karena ini bisa membuat pemain ragu. Pemain harus fokus untuk 2 laga terakhir dan perjuangan belum berakhir,” pungkasnya.***

wwwwww