Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Bayi Orangutan Jantan Lahir di Riau, Diberi Nama "Ade" oleh Menteri Kehutanan

Bayi Orangutan Jantan Lahir di Riau, Diberi Nama Ade oleh Menteri Kehutanan
Bayi orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang lahir di Lembaga Konservasi Kasang Kulim, Kabupaten Kampar, Riau.
Jum'at, 23 Mei 2025 07:18 WIB

PEKANBARU – Upaya konservasi satwa langka di Riau kembali menunjukkan hasil positif. Seekor bayi orangutan Sumatra (Pongo abelii) jantan lahir secara alami di Lembaga Konservasi (LK) Kasang Kulim, Kabupaten Kampar.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, SHut MP, menyampaikan bahwa bayi orangutan lahir dari induk bernama Boyen, hasil serahan masyarakat yang kini dirawat khusus karena tidak memungkinkan dilepasliarkan.

“Bayi dalam kondisi sehat dan sangat aktif. Tim medis segera diturunkan untuk pemeriksaan pascakelahiran,” ujar Supartono, Kamis (22/5).

Kabar kelahiran ini langsung dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, kemudian memberi nama “Ade” sebagai simbol harapan bagi pelestarian orangutan Sumatra, yang berstatus terancam punah menurut IUCN.

Agustina, pengelola LK Kasang Kulim, mengatakan proses kelahiran terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

“Saat pawang kembali ke kandang setelah sebentar pergi, Boyen sudah menggendong bayinya,” jelasnya.

Selama kehamilan, pihak lembaga memberikan perlakuan khusus terhadap induk, termasuk pemberian nutrisi dan pengawasan kandang. Proses pengembangbiakan dilakukan dengan mempertemukan Boyen dan pejantan Yogi selama sekitar tiga bulan dalam satu kandang.

Menariknya, Boyen sempat menyembunyikan bayinya setelah melahirkan, namun kini mulai menunjukkan sikap lebih terbuka.

“Perilaku ini menunjukkan ikatan ibu-anak yang sehat dan adaptasi lingkungan yang baik,” tambah Supartono.

Selain kelahiran orangutan, lembaga ini juga mencatat kelahiran satwa lain seperti landak dan binturong, sebagai bagian dari keberhasilan program konservasi.

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, turut menyampaikan apresiasi atas capaian ini.

“Kelahiran orangutan di lembaga konservasi adalah indikator bahwa standar pengelolaan dan perawatan dijalankan dengan baik,” paparnya.

Tim medis BBKSDA Riau saat ini terus memantau perkembangan bayi orangutan dan memastikan asupan gizi induknya terpenuhi demi menunjang tumbuh kembang satwa tersebut. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Lingkungan
wwwwww