Luhut Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Tetap Berlanjut
![]() |
| Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta cepat Whoosh di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (23/3/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/rwa. (antara foto/abdan syakura) |
JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan proyek perpanjangan kereta cepat Jakarta–Surabaya tetap dilanjutkan. Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, saat melakukan kunjungan kerja ke Beijing, Kamis (22/5).
"Tadi kita bicarakan, memang masalahnya dari kita karena belum selesai menyusun aturan. Itu saja sebenarnya, sederhana. Kalau sudah ada, kita akan mulai bicara joint study," ujar Luhut.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari kereta cepat Jakarta–Bandung dan telah masuk ke dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020.
Luhut menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menyusun peraturan presiden (perpres) sebagai dasar hukum pelaksanaan proyek. Ia juga telah meminta Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, untuk mengawal langsung penyusunan perpres tersebut.
"Perpres harus segera ada karena pihak China sudah menunggu. Kalau itu rampung, kita bisa mulai joint study yang pastinya akan lebih baik dari Jakarta–Bandung," tambahnya.
Luhut juga mengakui masih banyak kekurangan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Namun, ia menegaskan pentingnya mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya.
“Kita tidak mencari siapa yang salah, tapi harus belajar dari kekurangan kita. Saya juga terlibat di proyek itu,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajari proyek ini secara menyeluruh, mengingat skala dan dampak investasinya.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan bahwa proyek ini tidak boleh membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Opsi teknologi yang dikaji mencakup kereta cepat (high-speed train) maupun kereta berkecepatan menengah (middle-speed train), dengan mempertimbangkan kelayakan investasi dan daya serap pasar.
Pemerintah juga mempertimbangkan hasil studi sebelumnya, termasuk yang pernah dilakukan oleh Jepang, untuk membangun jalur kereta semi cepat.
Jika terwujud, Kereta Cepat Jakarta–Surabaya akan memangkas waktu tempuh dari sekitar 10 jam menjadi 3,5 jam. Tarifnya juga dirancang agar lebih terjangkau dibandingkan proyek Whoosh.
Saat ini, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sedang menyusun prastudi kelayakan proyek. Sedikitnya ada tiga jalur perpanjangan yang dikaji, yaitu lintas selatan (Bandung–Surabaya via Kroya dan Yogyakarta), lintas tengah, dan lintas utara.
Lintas selatan yang dibahas akan menempuh jarak sekitar 629,5 km dengan 13 stasiun, dan diperkirakan memakan waktu tempuh 180 menit. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Badminton, Voli, DKI Jakarta, Jawa Timur |













